Hamas Ungkap Dampak Efisiensi pada Sektor Perhotelan di Kaltim

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Mei 2025 03:19 0 103 Redaksi

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Hasanuddin Mas’ud, selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menyampaikan kondisi perhotelan di Kaltim.

Pria yang kerab disapa Hamas ini mengatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah turut berdampak signifikan pada tingkat hunian atau okupansi hotel di berbagai kabupaten/kota.

Hamas mengatakan bahwa salah satu pemicu utama adalah turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Ia memperkirakan APBD Kaltim mengalami penurunan drastis, dari yang semula Rp21 triliun menjadi Rp18 triliun.

“Artinya ada penurunan karena ada efisiensi. Kita tahun ini (efisiensi anggaran) kurang lebih Rp700 miliar,” ujar Hamas.

“Artinya pemerintah sekarang sudah jarang melakukan kegiatan di hotel,” lanjutnya.

Hamas menambahkan kini berbagai agenda pemerintahan dan kedewanan lebih banyak dialihkan ke fasilitas milik sendiri, seperti aula di kantor-kantor dinas. 

“Termasuk Lamin Etam dan Odah Etam yang ada di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada menjadi langganan pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kunjungan dari pemerintah atau anggota dewan dari luar daerah juga turut dibatasi. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menurutnya menjadi penyebab utama lesunya bisnis perhotelan di Kaltim belakangan ini.

Hamas berpendapat dampak ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Ia juga berspekulasi adanya pengaruh kondisi global, seperti kebijakan ekonomi Amerika Serikat atau dampak perang di Ukraina yang turut mempengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan. 

“Kita kekurangan pangan juga, karena daerah pengimpor ke Indonesia membatasi jumlah maksimalnya,” tuturnya.

Namun ia menekankan, meskipun efisiensi anggaran perlu dilakukan, pemotongan tidak seharusnya dilakukan secara drastis hingga 100 persen. Sebab kebijakan yang baru diterapkan dalam beberapa bulan terakhir dinilai telah memberikan dampak negatif yang cukup terasa bagi sektor perekonomian, khususnya industri perhotelan. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA