Proyek Tahun Jamak di Kutim Tertunda, Yan Soroti Perencanaan dan Pengalokasian Anggaran

waktu baca 2 menit
Jumat, 15 Nov 2024 15:01 0 188 Redaksi

KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan, mengkritik lambatnya pelaksanaan proyek tahun jamak (multiyears) di Kutim, yang menurutnya disebabkan oleh perencanaan dan pengalokasian anggaran yang kurang matang. Ia menegaskan bahwa masalah ini sudah ia sampaikan sejak awal, karena ada kesalahan dalam pengalokasian anggaran untuk beberapa proyek besar.

“Sejak awal, saya sudah sampaikan bahwa ada kesalahan dalam pengalokasian anggaran,” ujar Yan saat ditemui di ruang kerjanya.

Yan memberikan contoh terkait proyek pembangunan Jembatan Telen, yang anggarannya dialokasikan secara tidak seimbang. Pada tahun 2023, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp46 miliar lebih, namun untuk tahun 2024 hanya disediakan anggaran Rp6 miliar lebih. Hal ini berpotensi menunda penyelesaian proyek tersebut.

“Tahun 2023 anggaran belum banyak terserap karena proyek masih dalam proses tender. Tender baru selesai di akhir tahun, sehingga ada kontraktor yang tidak sempat kerja,” jelasnya.

Akibat proses tender yang terlambat, banyak anggaran yang menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), karena skema pembayaran proyek berdasarkan progres pekerjaan. Yan pun merasa pesimis proyek ini bisa selesai tepat waktu. Hingga tahun 2024, pembangunan Jembatan Telen baru mencapai tahap tiang dan pondasi, meskipun total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan ini mencapai Rp52 miliar.

Proyek Jembatan Telen yang menghubungkan Desa Marah Haloq, Juk Ayak, Muara Pantun, dan Long Segar ini menjadi bagian dari puluhan paket proyek tahun jamak senilai Rp1,3 triliun yang dikerjakan oleh Pemkab Kutim dari tahun 2023 hingga 2024. Dengan anggaran yang terbatas di tahun 2024, Yan pesimistis bahwa proyek ini akan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Ia pun menekankan pentingnya perencanaan yang lebih matang dan pengalokasian anggaran yang tepat agar proyek-proyek besar di Kutim dapat diselesaikan sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Adv)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA