Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman soroti pengelolaan sampah di Kabupaten Kutim. Dalam kesempatan itu ia mengatakan keprihatinannya terhadap peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan populasi yang terus terjadi.
Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi hal yang harus dilakukan untuk langkah mengurangi sampah, karena dengan banyak warga yang mengerti maka sampah seharusnya dapat berkurang lebih banyak lagi. Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran warga maka warga pun dapat terlibat lagi dalam pengelolaan sampah seperti membuang sampah secara terpilah.
Ia menyarankan agara bisa mencontoh kota Surabaya dalam pengelolaan sampahnya yang di nilai sukses.
“Harusnya kita bisa mencontoh kota – kota besar seperti Surabaya, jaman Bu Risma dulu kan berhasil mengelola sampah. Di Surabaya mereka buat tempat pengelolaannya, karena biasanya kalau tempat – tempat yang sudah terbatas seperti kota itu kan dia sudah harus berpikir karena tidak ada lahan lagi. Jadi kita harus belajar dari kota seperti Surabaya, sampahnya dimaksimalkan kalau gak salah sistemnya melalui bakar,” ujarnya.
Perlu kita ketahui Surabaya kini menjadi salah satu model bagi negara-negara di Asia Pasifik dalam mengatasi masalah sampah melalui program 3R (reduce, reuse, recycle). Program 3R di Surabaya ini telah menjadi fondasi bagi pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat, yang bertujuan untuk mengecilkan jumlah sampah serta memanfaatkan nilai ekonomis dari sampah tersebut.
Besar harapannya agar sampah di Kuti mini bisa ada Tindakan lebih lanjut selain di endapkan di TPA, karna menurutnya jika tidak ada Solusi, ini akan menjadi bom waktu bagi Kutim.
![]()

Tidak ada komentar