Sosialiasi Wawasan Kebangsaan Kembali Digelar Jahidin di Sidomulyo

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Des 2023 12:03 0 608 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Jahidin saat menyampaikan sambutan pada Sosbang, Rabu (20/12/23). (Erni/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jahidin kembali melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) ke-12 Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal, Rabu (20/12/23).

Sosbang di Jalan Rumbia, RT 16, Kelurahan Sidomulyo, Kota Samarinda ini merupakan tempat penutup Sosbang di tahun 2023. 

Kegiatan ini disambut hangat oleh sejumlah masyarakat dan Pengurus RT setempat yang turut membersamai kegiatan ini. Turut membersamai narasumber Sari Marito Siregar selaku Tenaga Pendidik (Tendik) SMPN 19 Samarinda, dan Irwansyah selaku Ketua Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim.

Dalam sambutannya, Jahidin mengatakan bahwa sosbang ini merupakan ajang silaturahim dengan masyarakat yang di bungkus dengan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan. Sehingga dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keberagaman yang ada di Indonesia terutama keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.

“Sosialisasi wawasan kebangsaan ini kan sudah ada di Badan Musyawarah (Banmus), jadi ya kita sebagai anggota DPRD harus melakukan kegiatan ini, sekaligus silaturahim kita langsung dengan masyarakat”, ujar Jahidin.

Untuk diketahui bahwa Sosbang ini sudah dilaksanakan di 10 Kota/Kecamatan Kota Samarinda. 

Selain itu, Jahidin mengatakan bahwasanya Indonesia khususnya Kalimantan sendiri memiliki banyak ragam suku budaya, bahasa dan adat istiadat. Sehingga dengan banyaknya keberagaman, penting untuk masyarakat dapat memahami hal ini yang dapat menimbulkan rasa toleransi yang tinggi, dan saling menghargai satu sama lain.

“Kita liat sendiri contoh di tempat kita (Kalimantan) sendiri saja sudah banyak masyarakat dengan suku yang beragam seperti Dayak, Kutai bahkan suku luar wilayah Kalimantan seperti Jawa, Bugis, Batak, Bima, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan adat istiadatnya”, ujar Jahidin.

Dilanjut Sari Marito Siregar mengatakan bahwa Indonesia ini sangat luas, banyak sekali keberagaman dari adat, suku, budaya, agama dan lain sebagainya. 

Sari mengatakan bahwa nya jika ingin hidup damai dan tentram sebagai warga negara yang baik, maka kita harus saling menghargai satu sama lain dan tidak pernah merasa suku, budaya atau agama sendiri yang paling benar. 

“Karena kita ini beragam, jadi dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak boleh merasa paling benar, kita memiliki keyakinan sendiri baik terhadap agama, suku, budaya, maupun hal lainnya” kata Sari.

Ditutup Irwansyah berharap masyarakat sekitar khususnya tidak pernah membanggakan budaya ras atau agama sendiri dengan menjatuhkan budaya ras atau agama orang lain, sehingga tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. (Rad/ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA