SANGATTA – Kutai Timur yang memiliki 18 kecamatan dengan bentang alam yang begitu kuas, sehingga memerlukan usaha yang besar untuk memenuhi pelayanan dasar bagi masyarakat.
Salah satunya kebutuhan air bersih yang di usia ke-24 tahun ini ternyata masih banyak masyarakat di kecamatan-kecamatan Kutim belum tersentuh layanan air bersih dari PDAM.
Faizal Rachman Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebut perlunya mencari solusi alternatif untuk mengaliri air bersih hingga pedalaman desa di Kutim.
Dari 139 desa yang ada di kutai timur baru 53 desa yang mendapat pelayanan air bersih dari PDAM. Hal itu disebabkan jarak antar desa di dalam kecamatan kebanyakan cukup jauh sehingga sulit menyambungkan pipa PDAM antar desa.
“Kalau misalkan presentasi air bersih itu hampir baru beberpaa desa dari 139 desa masih banyak yang belum teraliri air,” ucapnya
Maka dari itu perlu skenario alternatif dalam menyelesaikan permasalahan air bersih di kutai timur . Persoalan air bersih memerlukan kemandirian dari desa karena air bersih sampai ke rumah-rumah itu terdapat tuntutan operasional.
“Ada salah satu program saya yang dapat mengaliri sampai 32 KK. Program ini bikin tandon penampungan air bersih, kerja sama mitra dan perusahaan CSR,” jelas Faizal Rachman Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)
Melalui program tersebut, ia harap dapat menjadi salah satu contoh bagi pemerintah untuk meratakan penyebaran air bersih di Kutim.
![]()

Tidak ada komentar