Kemandirian Daging Kutim Masih Aman, Populasi Sapi Didorong Lewat Program Si Komandan

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Okt 2026 11:53 0 20 Redaksi

Kutai Timur – Kebutuhan daging di Kabupaten Kutai Timur masih dinilai aman, tetapi keterbatasan pasokan sapi lokal sempat membuat daerah harus mendatangkan ternak dari luar saat momentum Lebaran Kurban sehingga peningkatan populasi menjadi perhatian pemerintah.

Kondisi tersebut menunjukkan pasokan lokal masih mampu memenuhi kebutuhan rutin masyarakat, sementara daging beku dari luar daerah tetap beredar sebagai bagian dari pasokan yang tersedia di pasar.

Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur Cut Meutia mengatakan aktivitas pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) masih berada pada kisaran satu hingga dua ekor per hari dengan kebutuhan daging lokal yang sejauh ini tetap terpenuhi.

“Kalau untuk daging untuk sementara di RPH itu ada pemotongan satu sampai dengan dua ekor, nah, untuk kebutuhan daging sampai saat ini masih terpenuhi, masih aman,” kata Cut Meutia di ruang kerjanya.

Menurut dia, pasokan daging beku umumnya berasal dari luar daerah, sedangkan kebutuhan masyarakat Kutai Timur lebih banyak diarahkan pada daging lokal yang dipasok langsung ke pasar sehingga ketersediaan ternak lokal tetap menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan.

“Kecuali yang daging-daging frozen atau beku itu yang dari luar, cuman kita biasanya lebih ke yang lokal, langsung ke pasar,” ujarnya.

Kebutuhan ternak untuk pemotongan tahun ini disebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kondisi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) turut memengaruhi situasi pasokan dan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan peternakan.

“Untuk tahun ini mungkin sedikit meningkat dibandingkan tahun yang kemarin karena ada wabah PMK,” sebutnya.

Keterbatasan pasokan lokal terlihat ketika Lebaran Kurban sebelumnya, karena pemerintah harus mendatangkan sebagian sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika ketersediaan ternak di Kutai Timur tidak mencukupi.

“Untuk Lebaran Kurban yang kemarin itu sempat didatangkan dari luar karena mungkin pasokan dari sini agak terbatas,” tuturnya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar, DTPHP mendorong peningkatan populasi sapi melalui program Si Komandan atau Sapi Kerbau Komunitas Andalan Negeri yang diarahkan untuk memperkuat pengembangan ternak di daerah.

“Nah, makanya kita ada program yang namanya Si Komandan, Sapi Kerbau Komunitas Andalan Negeri,” jelasnya.

Selain pengembangan populasi melalui program tersebut, peningkatan jumlah ternak juga didorong melalui inseminasi buatan sehingga pengembangan sapi lokal dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Dengan adanya program Si Komandan itu bisa memungkinkan untuk meningkatkan populasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” tandasnya. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA