Panen Raya 3.000 Ton Kobun Menguji Serapan Pasar dan Kinerja Ketahanan Pangan

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 09:52 0 17 Redaksi

Kutai Timur – Panen raya sekitar 3.000 ton di Kecamatan Kaubun menjadi pekerjaan besar bagi Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur, terutama dalam memastikan hasil petani tidak berhenti sebagai produksi tanpa kepastian pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur Dyah Ratnaningrum mengatakan persoalan hilir menjadi perhatian utama karena hasil panen harus segera diserap pasar, termasuk penanganan gabah kering panen serta kualitas beras yang dihasilkan petani.

“Kurang lebih 3.000 ton panen dari teman-teman Kaubun ini, nah ini juga harus diatasi, gimana caranya agar ini bisa terserap pasar, gimana caranya untuk menangani gabah kering panennya ini dan sebagainya,” kata Dyah.

Ia menegaskan kualitas beras juga menjadi bagian dari tanggung jawab Diskepang sehingga penanganan hasil panen tidak hanya berhenti pada persoalan penyerapan produksi, tetapi juga memastikan kualitas komoditas yang dihasilkan.

“Kalau hilirnya tidak dikerjakan, hulunya akan berhenti,” ujarnya.

Menurut Dyah, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab moral kepada petani yang selama ini telah didorong untuk terus meningkatkan produksi melalui kegiatan tanam, sehingga pemerintah juga harus memastikan hasilnya dapat ditangani setelah memasuki masa panen.

“Petani kemarin disuruh tanam, tanam, tanam, tanam, sekarang urusin distribusinya,” katanya.

Dyah menyebut tantangan tersebut menjadi pekerjaan yang harus segera ditangani setelah dirinya dipercaya memimpin Diskepang, termasuk mencari langkah agar hasil panen dapat terserap serta persoalan gabah dan kualitas beras dapat ditangani dengan baik.

Upaya memperkuat sektor hilir dinilai penting agar program pertanian di tingkat hulu tidak kehilangan kesinambungan, sebab peningkatan produksi tanpa dukungan distribusi dan pasar berisiko membuat hasil pertanian tidak terserap secara optimal.

Karena itu, panen raya Kobun menjadi ujian awal bagi Diskepang untuk memastikan produksi petani tidak hanya meningkat di tingkat hulu, tetapi juga memiliki penanganan hilir yang mampu menjaga keberlanjutan usaha dan semangat petani. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA