Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III DPRD Samarinda
Noisenews.co, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mendorong Pemkot Samarinda segera mempersiapkan sistem transportasi massal sebagai langkah jangka panjang untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang terus terjadi.
Dorongan tersebut disampaikan setelah jumlah kendaraan yang beroperasi di Kota Tepian diketahui telah melebihi jumlah penduduk.
Deni menilai kondisi itu menjadi pertanda bahwa pembangunan dan penambahan infrastruktur jalan saja tidak lagi cukup untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan.
“Keterbatasan ruang di Samarinda membuat opsi pelebaran maupun penambahan ruas jalan semakin sulit dilakukan,” kata Deni Hakim Anwar.
“Bila semua kendaraan digunakan secara bersamaan, tentu akan menimbulkan persoalan besar, termasuk keterbatasan ruang parkir. Karena itu masyarakat harus memiliki pilihan transportasi selain kendaraan pribadi,” sambungnya.
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri per 12 Juli 2026, jumlah kendaraan di Samarinda tercatat mencapai 1.011.531 unit. Rinciannya terdiri dari 904.150 sepeda motor dan 107.381 mobil pribadi.
Jumlah tersebut bahkan sudah lebih tinggi dibandingkan populasi Kota Samarinda yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencapai 893.385 jiwa.
Menyikapi kondisi itu, DPRD meminta program penyediaan transportasi massal mulai dimasukkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 sehingga tahapan realisasinya dapat segera dilakukan.
“Kami berharap pada 2027 persiapan transportasi massal sudah berjalan sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada mobil maupun sepeda motor pribadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tersedianya angkutan umum yang aman, nyaman, dan mudah diakses masyarakat diharapkan dapat menekan kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi di Samarinda.
Menurutnya, apabila jumlah kendaraan terus bertambah tanpa disertai perubahan pola mobilitas masyarakat, kapasitas jalan yang tersedia akan semakin terbebani. Karena itu, pembangunan sistem transportasi massal dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Kalau penambahan ruas jalan sudah terbatas, maka transportasi massal adalah solusi yang harus segera diwujudkan. Ini menjadi langkah penting untuk mengurangi kemacetan di Samarinda,” tegasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar