DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pendidikan, Sekolah di Wilayah Pinggiran Diminta Jadi Perhatian

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Jul 2026 10:39 0 5 Redaksi

Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda

Noisenews.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda mendorong Pemkot Samarinda untuk meningkatkan perhatian terhadap pembangunan pendidikan, khususnya di kawasan pinggiran.

Pemerataan mutu pendidikan dianggap penting untuk memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan memperoleh layanan pembelajaran yang setara, terlepas dari lokasi sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi menyampaikan bahwa pembangunan sektor pendidikan seharusnya tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

“Sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran juga berhak mendapatkan fasilitas, tenaga pendidik, dan mutu pembelajaran yang setara,” kata Ismail Latisi.

“Kami ingin pemerintah memastikan tidak ada kesenjangan antara sekolah di pusat kota dan di kawasan pinggiran. Semua anak harus memperoleh layanan pendidikan yang sama, tanpa melihat lokasi sekolahnya,” sambungnya.

Ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif, baik melalui pemenuhan tenaga pengajar yang kompeten maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Keberadaan ruang kelas yang layak, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya dinilai sangat menentukan kualitas proses belajar mengajar,” jelasnya.

Ismail menyebut masih ada sejumlah sekolah yang kondisi ruang kelasnya menggunakan material kayu. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera menjadi perhatian pemerintah dengan mendorong pembangunan gedung sekolah yang permanen.

“Masih ada ruang kelas berbahan kayu yang perlu segera diganti menjadi bangunan permanen agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman,” sebutnya.

Tidak hanya pembangunan fisik, DPRD juga meminta digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran terus dipercepat.

Menurut Ismail, pemenuhan akses terhadap teknologi pendidikan, termasuk buku elektronik dan perangkat digital, penting dilakukan agar para siswa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

“Pemanfaatan buku elektronik akan memudahkan siswa belajar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap buku cetak. Akses teknologi pendidikan harus dinikmati seluruh sekolah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ismail memberikan apresiasi terhadap penerapan sistem zonasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memperkecil kesenjangan antar sekolah sekaligus menghilangkan anggapan mengenai adanya sekolah favorit.

Meski demikian, menurutnya efektivitas sistem zonasi tetap harus didukung dengan upaya pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah.

“Kita berharap Pemkot Samarinda terus mempercepat pemerataan pembangunan pendidikan melalui peningkatan fasilitas sekolah, penguatan kompetensi guru, serta pengembangan pembelajaran berbasis digital,” tegasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA