DPRD Samarinda Soroti Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar, Minta Penanganan Lebih Serius

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Agu 2026 04:44 0 26 Redaksi

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. 

Noisenews.co, Samarinda – Peredaran narkoba di tengah masyarakat semakin menjadi perhatian. DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum mengambil langkah penanganan yang serius dan tidak dilakukan secara setengah-setengah.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai ancaman narkoba saat ini sudah tidak dapat lagi dianggap hanya menyasar kelompok tertentu. Peredarannya telah menjangkau berbagai lapisan dan lingkungan, mulai dari masyarakat umum, kalangan anak muda, lingkungan kampus, hingga publik figur dan oknum pejabat.

“Namanya narkoba, sudah masuk di semua sendi-sendi kehidupan manusia. Di pemerintahan, anak-anak muda, di kampus, sudah banyak,” kata Anhar.

Menurutnya, hal yang paling memprihatinkan adalah mulai adanya persoalan narkoba yang menyentuh kalangan pelajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa langkah pencegahan harus dilakukan secara lebih serius dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Anhar menyampaikan, pihaknya berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda apabila telah menerima serta melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai dugaan keterlibatan pelajar dalam persoalan narkoba.

Selain itu, ia mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda bersama Disdikbud untuk memperluas program penyuluhan serta pelaksanaan tes urine secara acak di sekolah. Peran orang tua juga dinilai penting dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku anak.

“Kita harus segera mengambil langkah pencegahan, dan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah daerah perlu membangun kerja sama dengan BNN, sekolah, orang tua, serta pihak terkait lainnya,”ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, ia menilai peningkatan pemahaman mengenai bahaya narkoba serta penguatan pendidikan agama dapat menjadi bagian dari strategi untuk melindungi generasi muda.

Menurutnya, jaringan peredaran narkoba mampu menyusup ke berbagai ruang kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan pola pencegahan yang lebih menyeluruh, khususnya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia sekolah.

“Penanganannya harus serius, tidak boleh kita setengah-setengah,” kuncinya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA