Dolar Meningkat,  Iswandi Tekankan Stabilitas Ekonomi

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 10:42 0 6 Redaksi

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian terhadap dampak penguatan dolar Amerika Serikat yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada nilai tukar rupiah, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menuturkan bahwa kenaikan nilai dolar perlu dipahami dalam kerangka makroekonomi yang lebih luas. Ia menyebut pelemahan rupiah saat ini menjadi salah satu indikator penting yang patut mendapat perhatian karena berlangsung di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil.

“Kalau bicara kenaikan dolar, kita harus melihatnya dari sisi makroekonomi. Rupiah saat ini termasuk yang mengalami depresiasi cukup besar dibanding sejumlah negara di Asia maupun dunia,” kata Iswandi, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, dampak menguatnya dolar tidak hanya tercermin pada perubahan nilai tukar. Kondisi tersebut juga menimbulkan efek lanjutan yang berpengaruh terhadap berbagai kebijakan ekonomi, termasuk kenaikan harga sejumlah kebutuhan yang pada akhirnya dirasakan masyarakat.

Iswandi menjelaskan, salah satu dampak yang paling menonjol adalah meningkatnya tekanan terhadap biaya hidup masyarakat. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta sejumlah komoditas disebut menjadi bagian dari konsekuensi yang muncul akibat melemahnya kurs rupiah.

“Bukan hanya soal dolar yang naik, tetapi dampaknya merembet ke berbagai sektor. Ketika muncul kenaikan BBM, masyarakat tentu yang paling merasakan efeknya,” ujarnya.

Selain persoalan nilai tukar, Iswandi turut menyoroti kondisi pasar modal yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan. Ia mengatakan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indikator bahwa pelaku pasar tengah merespons situasi ekonomi dengan lebih waspada.

“IHSG juga mengalami penurunan cukup dalam. Ini menjadi sinyal yang perlu dicermati karena mencerminkan kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kekuatan ekonomi sebuah negara tidak hanya diukur dari tingkat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kestabilan nilai tukar serta tingkat kepercayaan pasar. Karena itu, melemahnya rupiah yang terjadi bersamaan dengan penurunan pasar saham perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Oleh sebab itu, DPRD Samarinda berharap pemerintah pusat dapat segera merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah tersebut dinilai penting agar tekanan terhadap rupiah dapat diminimalkan dan dampak yang dirasakan masyarakat tidak semakin besar.

“Harapannya pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Yang paling penting, masyarakat tidak semakin terbebani akibat kondisi ini,” tutupnya. Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA