DPRD Samarinda Minta Varia Niaga Berbenah Untuk Tingkatkan PAD Teras Samarinda 

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 14:22 0 4 Redaksi

Teras Samarinda. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah menilai pengelolaan Teras Samarinda oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetorkan sepanjang tahun anggaran 2025 baru mencapai Rp500 juta, angka yang dianggap belum sebanding dengan potensi ekonomi kawasan tersebut.

Helmi Abdullah, menilai capaian tersebut belum mencerminkan besarnya peluang yang dimiliki Teras Samarinda sebagai salah satu ikon baru Kota Tepian yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan.

Penilaian tersebut muncul setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan kawasan. Menurut Helmi, masih diperlukan berbagai pembenahan agar kontribusi Teras Samarinda terhadap pendapatan daerah dapat terus meningkat pada masa mendatang. Ia meyakini kawasan tersebut memiliki prospek yang cukup besar untuk berkembang apabila dikelola secara lebih optimal dengan strategi bisnis yang terencana dan berkelanjutan.

“Kita akan lihat, sejauh mana fasilitas di sana selama dikelola pihak ketiga. Kalau prospeknya bagus, maka akan berdampak pada nilai investasi yang masuk ke Samarinda akan meningkat,” ujar Helmi, Sabtu (30/5/2026).

Helmi meminta manajemen Perumda Varia Niaga segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pola pengelolaan kawasan tersebut agar potensi ekonomi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, Teras Samarinda yang saat ini menjadi salah satu ruang publik dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi seharusnya mampu menghasilkan PAD yang lebih besar apabila didukung pengelolaan yang tepat serta inovasi usaha yang berkelanjutan.

Ia juga menilai pemerintah daerah bersama pihak pengelola perlu memastikan seluruh fasilitas yang tersedia dapat memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, menjelaskan bahwa keterbatasan kewenangan pada tahap awal pengelolaan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi ekonomi kawasan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, pada masa awal pengelolaan sejak akhir tahun 2024, aktivitas usaha di kawasan Teras Samarinda belum berjalan sesuai harapan sehingga peluang pendapatan yang tersedia belum dapat dimaksimalkan.

“Kami belum bisa menjalankan fungsi bisnis secara penuh di awal. Pendapatan hanya dari parkir dan pengunjung juga belum ramai,” jelas Syamsuddin.

Ia menambahkan bahwa sejak akhir 2024 sumber pendapatan kawasan sebagian besar masih bergantung pada sektor parkir. Selain itu, jumlah pengunjung yang belum terlalu tinggi pada saat itu juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan pendapatan dari kawasan tersebut. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA