Disdikbud Kutim Dorong Seniman Tradisional Siapkan Dokumen Menuju Sertifikasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Nov 2025 03:37 0 35 Redaksi

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong para pelaku seni tradisional untuk segera menyiapkan dokumen administrasi menjelang pelaksanaan tahap sertifikasi resmi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun depan. Upaya ini dilakukan agar proses sertifikasi dapat berjalan lebih tertib dan memastikan setiap peserta memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kecamatan Sangatta Utara tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada para seniman mengenai berbagai ketentuan dasar yang harus dipenuhi. Dokumen-dokumen seperti portofolio, riwayat karya, hingga bukti pengalaman berkesenian menjadi komponen penting yang harus disiapkan sejak awal. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa kelengkapan administrasi menjadi syarat utama untuk mendapatkan pengakuan resmi melalui skema sertifikasi.

“Harapannya pelaku seni bisa menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Disdikbud Kutim menghadirkan narasumber berpengalaman dari Dewan Kesenian Kaltim, yaitu Hamdani dan Irwansyah. Keduanya memberikan penjelasan teknis terkait standar kompetensi seni tradisional, termasuk bagaimana menata dokumen, memahami kriteria penilaian, hingga pentingnya rekam jejak yang terverifikasi. Para peserta yang hadir pun berasal dari latar belakang beragam, mulai pamong budaya, guru seni, pelaku seni tradisional, hingga generasi muda yang aktif dalam kegiatan kebudayaan.

Mulyono menegaskan bahwa sertifikasi ini bersifat terbuka untuk seluruh seniman, tanpa batasan usia ataupun pengalaman, asalkan mereka memiliki prestasi atau keterlibatan nyata di bidang kesenian.

“Seniman apa saja boleh,” katanya.

Disdikbud Kutim berharap program ini dapat memetakan potensi seni tradisional yang selama ini belum terdokumentasi secara resmi, sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem seni di Kutim. Melalui sertifikasi, para seniman diharapkan lebih percaya diri tampil di berbagai panggung budaya, sekaligus memiliki standar profesionalitas yang diakui. ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA