Kutai Timur – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kutai Timur kini mendapatkan perhatian khusus melalui program edukasi yang ditujukan kepada para Ketua RT. Program ini dirancang secara sistematis untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan dana yang disalurkan tersebut benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga yang memiliki risiko tinggi mengalami stunting, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menekankan bahwa peran Ketua RT sangat penting dalam menyalurkan program secara akurat dan efektif. Ia menyatakan, “Penting bagi Ketua RT untuk mendapatkan pemahaman yang cukup agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga yang berisiko stunting.” Pemahaman yang baik diyakini akan meminimalisir kesalahan penyaluran program serta meningkatkan efektivitas intervensi pencegahan stunting.
Selain itu, Junaidi menekankan pentingnya efektivitas penggunaan dana agar berdampak signifikan bagi masyarakat. Ia memberi contoh, “Jika pemasangan jaringan air oleh PDAM bisa berhasil dengan biaya Rp2,5 juta per rumah, maka dengan dana Rp250 juta per RT, seharusnya kita bisa menghasilkan perubahan besar bila anggaran itu dimanfaatkan secara tepat,” tegasnya.
Melalui strategi ini, DPPKB Kutai Timur berharap program pencegahan stunting tidak hanya menjadi kegiatan formalitas semata, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Edukasi yang diberikan kepada para Ketua RT menjadi kunci utama agar setiap langkah program dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar