Lawan Hoaks, KPID Maksimalkan Ruang Informasi Publik

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Agu 2025 14:17 0 235 Redaksi

Ketua KPID Kaltim, Irwansyah

Noisenews.co, Samarinda – Penyebaran informasi palsu atau hoaks masih menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi dunia penyiaran di era digital. Menyadari hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua KPID Kaltim, Irwansyah, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan seluruh kanal informasi yang dimiliki, baik melalui media konvensional maupun platform digital, untuk mencegah masyarakat terjebak pada berita bohong. 

“Kami akan mengoptimalkan semua ruang penyiaran yang ada agar diisi dengan konten yang bermanfaat, edukatif, dan dapat membentuk kesadaran publik,” ujarnya.

Menurutnya, ruang penyiaran saat ini tidak hanya sekadar sarana hiburan atau pemberitaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, ia menilai penting bagi semua pihak untuk memastikan setiap konten yang dipublikasikan memiliki sumber yang jelas dan dapat diverifikasi.

KPID Kaltim juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah di 10 kabupaten/kota guna memperkuat keterbukaan informasi publik. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan akses informasi yang layak, merata, dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Irwansyah menegaskan bahwa penyiaran membawa tanggung jawab moral dalam membentuk opini publik. 

“Penyiaran bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga berperan besar dalam membangun karakter bangsa. Di sinilah pentingnya etika dan integritas dalam dunia penyiaran,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial. Sebaliknya, masyarakat diharapkan dapat melakukan pengecekan dan verifikasi sumber sebelum membagikannya kepada orang lain. 

“Dengan membiasakan diri untuk memeriksa kebenaran informasi, kita bisa memutus mata rantai penyebaran hoaks,” tuturnya.

KPID Kaltim berharap edukasi literasi media dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga ruang informasi publik di Kaltim benar-benar sehat dan bermanfaat.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA