Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Ist)
Noisenews.co, Samarinda – Program yang diinisiasi Pemerintah Pusat, yakni Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah berjalan di 27 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK yang tersebar di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis menilai program ini memberikan banyak dampak positif.Selain memberikan manfaat kesehatan dan tumbuh kembang anak, makan bergizi gratis juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Setelah kami lihat turun ke lapangan melihat SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), melihat dapur makan bergizi gratis, ternyata hal ini juga membuka banyak lapangan pekerjaankhususnya di Kalimantan Timur yang kita lihat ini,” ujarnya saat menjadi narasumber acara Diskusi Publika TVRI Kaltim.
Makan gizi gratis menjadi prospek yang baik untuk petani-petani lokal. Ia mencontohkan dapur milik Tigor di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mampu memproduksi makanan untuk 3500 siswa per hari.
“Dapur-dapur makan bergizi ini kan mendapat suplai bahan dari para petani lokal. Bahkan, permintaan suplai menjadi bertambah. Ini prospek yang positif bagi petani untuk menambah lebih produksinya,” terangnya.
Ia mengakui permodalan masih menjadi kendala dari para petani lokal untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksinya. Karena itu, ia meminta agar pemerintah dapat membantu memberikan kemudahan pemberian modal usaha.
Kendati demikian, ia menilai perlu adanya perhatian dan pengawasan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar