Andi Satya Dorong Strategi Lintas Sektor dan Digitalisasi Data Kesehatan

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Mei 2025 10:22 0 92 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra apresiasi langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim yang telah mengoptimalkan program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Kami di DPRD Kalimantan Timur, khususnya di Komisi IV yang membidangi kesehatan, sangat mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan dalam mengoptimalkan PKG dan CKG. Tapi untuk benar-benar menurunkan AKI dan AKB, kita butuh kerja kolektif lintas sektor dan strategi yang lebih terstruktur,” ujar Andi Satya.

Untuk mencapai hasil yang signifikan dan berkelanjutan, Andi Satya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, penguatan kebijakan, dan dukungan anggaran yang memadai. 

Salah satu langkah konkret yang sedang didorong DPRD Kaltim adalah penguatan fasilitas kesehatan primer, terutama di wilayah pelosok yang memiliki kasus AKI dan AKB cukup tinggi.

“Kami terus mendorong pemerataan layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah terpencil seperti di Kubar (Kutai Barat) dan Mahulu (Mahakam Ulu). Program seperti Puskesmas Plus dan revitalisasi PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) harus diperluas cakupannya,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran agar puskesmas di daerah rawan bisa ditingkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pengadaan alat kesehatan yang memadai. 

“Fasilitas yang kurang lengkap dan tenaga kesehatan yang terbatas di puskesmas berisiko tinggi tentu menjadi hambatan serius. Kita perlu intervensi anggaran agar mereka bisa bekerja maksimal,” tegasnya.

Selain infrastruktur dan SDM, Andi Satya menyoroti pentingnya sistem monitoring dan rujukan yang efisien berbasis teknologi. Ia berharap data AKI dan AKB bisa diakses secara real-time agar pemerintah dan tenaga medis bisa merespons cepat.

“Kami mendorong penguatan sistem digitalisasi rujukan, terutama bagi ibu hamil dengan risiko tinggi dan bayi dengan berat lahir rendah. Jangan sampai kita menunggu laporan tahunan baru bertindak. Harus responsif dan berbasis data terkini,” ujarnya.

DAndi Satya juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif kepada masyarakat. Kesadaran ibu hamil dan keluarga terhadap kesehatan reproduksi, gizi, serta tanda bahaya kehamilan harus terus ditingkatkan. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA