Pemerintah Kutim Apresiasi Masukan Fraksi PPP Terkait Pengelolaan PAD dan APBD 2025

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Nov 2024 22:57 0 181 Redaksi

Kutai Timur – Seiring dengan berjalannya pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, berbagai fraksi di DPRD Kutai Timur memberikan masukan dan pandangan umum yang membangun. Salah satunya datang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang memberikan sorotan pada pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan apresiasi kepada Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kutim atas penerimaan serta masukan yang konstruktif terkait Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latief, dalam tanggapan pemerintah atas pemandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD Kutim yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin (25/11/2024). Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kutim, Jimmi, didampingi Wakil Ketua I, Sayid Anjas, dan Wakil Ketua II, Prayunita Utami, di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Kutim.

Sudirman Latief menyatakan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti masukan yang diberikan oleh Fraksi PPP dengan cermat dan tegas, terutama dalam hal pengelolaan sumber pendapatan daerah. “Kemandirian fiskal adalah komitmen bersama segenap pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam pemandangan umum yang disampaikan oleh juru bicara Fraksi PPP, Ramadani, fraksi ini mengingatkan pemerintah Kabupaten Kutim untuk lebih fokus dalam menggali sumber-sumber PAD yang belum optimal. Fraksi PPP juga menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada belanja dan pengeluaran anggaran, tetapi juga harus cerdas dan kreatif dalam mengelola sumber pendapatan. “Pemerintah daerah harus mencari sumber pendapatan alternatif secara kreatif dan inovatif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi secara efektif dan efisien,” ungkap Ramadani.(Adv)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA