Yusuf Sebut Terkendala Politik, PT. KPC Enggan Ikut Campur Karna Diluar Prosedur

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Mei 2024 12:09 0 132 Redaksi

Sangatta – Proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang terletak di Kutai Timur (Kutim) tampaknya terhenti bukan karena masalah anggaran, tetapi karena faktor politik yang kompleks.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Yusuf Silambi, menyatakan bahwa pembangunan tersebut terkendala oleh berbagai tekanan politik.

“Betul sekali terkait politik,  ya namanya masa politik itu macam – macam di dalam jadi saya kira para media sudah tau semua,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan bahwa saat ini anggaran yang sudah disiapkan oleh PT. KPC untuk membangun  pelabuhan tersebut, namun dengan adanya kendala di lapangan, Pembangunan ini pun terhenti.

“Nah KPC atau manajemen KPC tidak bisa masuk kalau sudah urusan – urusan politik atau ya mohon maaf pemuda pemudi Kutim yang memang terlibat dalam bagaimana mengakomodir semua ini,” jelasnya pada awak media.

“KPC kan tidak ada kapasitas itu untuk hal ini karena manajemen KPC berharap supaya pembangunan lancar, pemerintah juga Bupati dan Wakil Bupati juga sudah berharap begitu,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu ia juga meminta media untuk membantu mengatasi masalah ini dengan mencari tahu kendala dan hambatan yang ada.

“Saya kira media harus mengakomodir baik ini kepada tokoh – tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda khususnya supaya bagaimana pelabuhan ini jadi dengan baik  dan aman,” pungkasnya.

Dengan adanya komunikasi yang baik dari semua pihak, maka Pembangunan ini bisa berjalan dengan baik, karna Perusahaan KPC juga tidak mau bersinggungan dengan masyarakat Kutim.

“Ya harapan kami para DPR, Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan ini harus jadi di tahun 2024,” harapnya.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA