TPA Km 5 Dipilih, Mahyunadi Sebut Jarak Pangkas Biaya Angkut Sampah

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 15:30 0 15 Redaksi

Kutai Timur – Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menetapkan Kilometer 5 sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Lokasi yang lebih dekat dengan wilayah pelayanan dinilai dapat menekan biaya operasional pengangkutan sampah.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, pengangkutan sampah berlangsung setiap hari sehingga jarak menjadi faktor yang cukup menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan pemerintah.

Semakin jauh lokasi pembuangan dari kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat, semakin besar pula kebutuhan bahan bakar, waktu perjalanan, serta penggunaan armada pengangkut.

“Karena jangkauannya dekat, sehingga lebih dekat bisa meminimalisir biaya operasional. Kalau jauh, biaya operasionalnya tinggi,” jelas Mahyunadi.

Ia mengatakan, Kilometer 5 bukan satu-satunya lokasi yang sebelumnya dipertimbangkan pemerintah. Sejumlah kawasan sempat masuk dalam kajian, termasuk bekas tambang, Rantau Pulung, kawasan sekitar Kantor Camat Rantau Pulung, hingga Kilometer 12.

Penentuan lokasi kemudian mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk aksesibilitas dan rencana pengembangan jalan yang menghubungkan Kilometer 5 dengan Kabo. Faktor tersebut dinilai dapat mendukung mobilitas kendaraan pengangkut sekaligus pengembangan kawasan TPA ke depan.

Keberadaan TPA baru juga diarahkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kutim dan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan di kawasan Batota.

Selama ini, fasilitas tersebut digunakan untuk menampung sampah dari berbagai sumber, termasuk aktivitas PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Mahyunadi menegaskan, pembangunan TPA tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan lokasi pembuangan. Sistem pengelolaan sampah juga perlu diarahkan agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali.

“Jadi bukan hanya soal tempat membuang sampah, tetapi bagaimana pengelolaannya nanti bisa memberikan manfaat. Sampah yang masih mempunyai nilai guna juga dapat dimanfaatkan sehingga memberi dampak bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan TPA Kilometer 5 dapat menjadi bagian dari pembenahan layanan persampahan Kutim.

Efisiensi jarak diharapkan mampu menekan biaya pengangkutan, sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Penataan pengelolaan sampah tersebut juga diharapkan mendukung kebutuhan wilayah yang terus berkembang, dengan sistem persampahan yang lebih terarah dan berkelanjutan.ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA