Mahyunadi Larang Sawah Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 15:24 0 12 Redaksi

Kutai Timur – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah tidak boleh mengorbankan lahan pertanian pangan yang ada. Ia secara tegas meminta agar lahan sawah tetap dipertahankan meski komoditas kelapa sawit memiliki nilai ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat luas.

“Jangan sampai ada sawah yang diubah menjadi kebun sawit,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi mengakui bahwa kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas terpenting bagi perputaran perekonomian Kutim. Luas area perkebunan sawit di wilayah ini bahkan dilaporkan telah mencapai lebih dari 600 ribu hektare, yang menunjukkan betapa masifnya aktivitas perkebunan tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa perkembangan sektor sawit harus tetap berjalan beriringan dengan sektor pertanian pangan. Komoditas seperti padi dan jagung tetap sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sementara sawit di sisi lain memberikan sumber pendapatan bagi para petani.

Persoalan mengenai ketahanan pangan dinilai semakin krusial di tengah situasi geopolitik global yang tidak stabil. Potensi gangguan dalam distribusi pangan dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok, sehingga daerah perlu menjaga kemampuan produksi pangannya sendiri secara mandiri.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan pertanian pangan serta tidak mengubah seluruh lahan produktif menjadi perkebunan sawit secara sembarangan. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan agar ekspansi komoditas perkebunan tetap berjalan sesuai dengan tata ruang serta arah pembangunan yang berkelanjutan. Mahyunadi berharap program peremajaan ini tidak hanya sekadar mengganti tanaman yang sudah tua, tetapi juga memperkuat penataan sektor pertanian secara menyeluruh di Kutim.

“Pemerintah, petani, koperasi, perusahaan dan mitra pembangunan diminta menjaga keseimbangan antara pengembangan sawit dan perlindungan lahan pangan,” tutupnya.(ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA