Kutai Timur – Program Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutai Timur masih berjalan secara bertahap, sementara perluasan penerapannya ke sejumlah sekolah belum dilakukan secara serentak.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur Yuriansyah mengatakan perkembangan program sejauh ini sudah cukup baik, meski pelaksanaannya masih membutuhkan tahapan agar dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Menurutnya, DPPKB sebelumnya telah melakukan sosialisasi di Kecamatan Bengalon dan sejumlah wilayah lainnya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan program kepada sekolah serta mendorong keberlanjutan pelaksanaannya di lapangan.
Namun, pola pelaksanaan secara bertahap menunjukkan program tersebut belum dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dalam waktu singkat, sehingga proses sosialisasi dan penyesuaian menjadi bagian penting sebelum program dikembangkan lebih luas.
“Kami mencoba menjalankannya secara pelan tetapi pasti karena program ini membutuhkan proses agar dapat diterapkan dengan baik,” kata Yuriansyah di Kantor DPPKB Kabupaten Kutai Timur, Senin (12/10/2026).
Ia menegaskan Sekolah Siaga Kependudukan tetap berjalan dan perkembangan program dinilai sudah lumayan, terutama setelah sosialisasi dilakukan di beberapa wilayah yang menjadi sasaran pengembangan.
Kendati demikian, keberlanjutan program masih bergantung pada kebutuhan dan perkembangan di lapangan, sehingga DPPKB belum menyebutkan adanya target waktu khusus untuk penerapan secara menyeluruh di sekolah-sekolah Kutai Timur.
Yuriansyah menyebut kegiatan berikutnya akan tetap diarahkan untuk melanjutkan program sesuai kebutuhan, sekaligus menyesuaikan perkembangan pelaksanaan yang ditemukan di lapangan.
“Kami sebelumnya sudah melakukan sosialisasi ke Bengalon dan beberapa wilayah lainnya sehingga program tersebut terus berjalan,” ujarnya.
Pola bertahap tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi DPPKB untuk memastikan Sekolah Siaga Kependudukan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar berkembang sesuai kebutuhan sekolah dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami mencoba menjalankannya secara pelan tetapi pasti karena program ini membutuhkan proses agar dapat diterapkan dengan baik,” tuturnya.
DPPKB memastikan program tetap dilanjutkan, dengan kegiatan berikutnya disesuaikan kebutuhan dan perkembangan pelaksanaan di lapangan agar penerapannya dapat berjalan lebih baik. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar