Sektor Non-Ekstraktif Kutim Tembus 30 Persen, Ketergantungan Tambang Mulai Berkurang

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Sep 2026 14:53 0 14 Redaksi

Kutai Timur – Struktur ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan pergeseran yang cukup positif dan signifikan. Kontribusi dari sektor non-ekstraktif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kini telah berhasil mencapai angka sekitar 30 persen, yang mana capaian tersebut naik secara drastis apabila dibandingkan dengan posisi pada dua tahun sebelumnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya sumber ekonomi di luar sektor pertambangan dan minyak. Ia menyebut peningkatan aktivitas usaha masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan besar tersebut.

“Data terbaru tahun 2025 yang dirilis pada 2026 menunjukkan sektor non-ekstraktif kini sudah menyumbang hingga 30 persen terhadap PDRB Kutim,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menjelaskan bahwa kontribusi tersebut jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2023 lalu. Pada saat itu, sektor non-ekstraktif tercatat masih berada pada kisaran 10 hingga 15 persen saja. Menurutnya, pertumbuhan yang terjadi pada sektor di luar ekstraktif ini terlihat nyata dari semakin maraknya perkembangan UMKM, industri rumah tangga, sektor pariwisata, hingga bidang perhotelan.

Berbagai sektor alternatif tersebut dinilai sangat penting untuk terus diperkuat agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah ke depan. Ardiansyah menilai bahwa tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap komoditas tambang saja tidaklah cukup untuk menjamin terciptanya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang perlu untuk memperluas cakupan dukungan terhadap para pelaku usaha lokal. Dukungan ini mencakup pengembangan sektor ekonomi kreatif serta pemberdayaan UMKM secara lebih masif.

“Apakah batubara dan minyak bisa sepenuhnya memberikan kesejahteraan dan pemerataan kepada masyarakat? Tentu kita harus terus memberikan dorongan pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kutim akan mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat program pendampingan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Selain itu, aspek permodalan juga menjadi perhatian serius agar aksesnya dapat terbuka semakin luas bagi usaha lokal.

“Akses terhadap permodalan juga perlu dibuka lebih luas, terutama bagi usaha lokal yang memiliki potensi untuk berkembang dan memperbesar kontribusinya terhadap ekonomi daerah,” tutupnya. ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA