Kutai Timur – Efisiensi kerja petani menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur melalui penguatan bantuan alat dan mesin pertanian pada 2026, termasuk enam unit combine harvester untuk mendukung proses panen padi.
Bantuan tersebut diarahkan kepada kelompok tani dan Brigada Pangan di sejumlah wilayah, dengan alat panen berkapasitas besar diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan petani sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DTPHP Kabupaten Kutai Timur Purno Edi mengatakan pengadaan alat pertanian besar menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap kebutuhan petani, terutama pada tahapan panen yang membutuhkan efisiensi waktu dan tenaga.
“Di alat yang besar, combine harvester, ini untuk alat panen itu ada enam,” kata Purno Edi di Kantor DTPHP Kutai Timur, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, enam unit combine harvester tersebut merupakan alat panen padi berukuran besar yang ditempatkan untuk mendukung kelompok penerima di sejumlah kawasan pertanian Kutai Timur.
“Combine itu ada enam, alat panen padi yang besar itu,” ujarnya.
Salah satu penerima berada di Kecamatan Long Mesangat melalui kelompok tani pada Brigada Pangan Berapo Sejahtera yang diketuai Suwardi, sehingga bantuan diarahkan langsung kepada kelompok yang menjadi bagian dari aktivitas produksi pangan di wilayah tersebut.
“Yang pertama untuk Kecamatan Long Mesangat itu di kelompok tani, di Brigada Pangan Berapo Sejahtera, ketuanya Pak Suwardi,” sebutnya.
Selain itu, Purno Edi menyebut Brigada Pangan Nemani Urip dengan ketua Titus Udau sebagai salah satu penerima combine harvester, sementara wilayah Telen dan Sangatta Selatan juga disebut dalam penyaluran enam alat tersebut.
“Kemudian di combine itu Brigada Pangan Nemani Urip, itu Pak Titus Udau,” tuturnya.
Penguatan alat mesin pertanian tidak hanya menyasar combine harvester, tetapi juga diarahkan melalui bantuan traktor roda empat, rotavator dan hand tractor sesuai kebutuhan pengolahan lahan serta pekerjaan pertanian di lapangan.
Bagi DTPHP, keberadaan alat berkapasitas besar menjadi penting karena keterbatasan efisiensi kerja dapat memengaruhi proses produksi, khususnya ketika petani harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang relatif terbatas.
“Alat berat yang bisa digunakan oleh petani kita, ini sangat membantu secara efisiensi kerja,” jelasnya.
DTPHP berharap dukungan alat dan mesin pertanian tersebut dapat memperkuat kemampuan petani dalam mengelola pekerjaan dari pengolahan hingga panen, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar