Mahyunadi Dorong Ekonomi Kutim Tak Bergantung CSR dan Tambang

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 15:22 0 11 Redaksi

Kutai Timur –Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong perusahaan dan perbankan tidak berhenti pada pemberian bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Ia meminta sektor usaha, pemerintah dan masyarakat membangun pola kemitraan yang mampu menciptakan kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Menurut Mahyunadi, pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan hingga memiliki akses terhadap teknologi, modal, infrastruktur dan pasar. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima bantuan awal, tetapi memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Jika kemitraan antara pemerintah, perusahaan, perbankan dan masyarakat dibangun secara lebih terintegrasi, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui program CSR, tetapi harus diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Mahyunadi.

Ia menggambarkan pola tersebut dapat diterapkan melalui sektor pertanian. Perusahaan dapat membina kelompok petani sekaligus memberikan dukungan teknologi dan pendampingan.

Perbankan membuka akses pembiayaan, sementara pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung dan pasar memberikan kepastian penyerapan hasil produksi.

Mahyunadi menilai pola semacam itu membutuhkan kerja lintas sektor agar program pemberdayaan tidak berhenti setelah bantuan diberikan.

Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari sumber daya perusahaan, kewenangan pemerintah, instrumen pembiayaan perbankan hingga potensi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Forum Multipihak (Formika) dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan tersebut dan menyusun pola kemitraan yang lebih terintegrasi.

Di sisi lain, Mahyunadi mengingatkan Kutim juga harus mulai serius menyiapkan ekonomi pascatambang.

Menurutnya, persiapan tidak bisa dilakukan ketika aktivitas pertambangan sudah berakhir, tetapi harus dirancang sejak sekarang agar kawasan dan potensi yang ditinggalkan kegiatan tambang tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pascatambang tentunya harus menjadi perhatian juga. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup harus menyesuaikan dengan kesiapan pascatambang yang akan datang supaya bisa betul-betul bermanfaat,” katanya.

Mahyunadi mengatakan pengembangan ekonomi Kutim perlu diarahkan agar tidak bertumpu pada satu sektor.

Penguatan potensi lokal melalui kemitraan dan persiapan pascatambang dinilai penting untuk membangun sumber-sumber ekonomi baru yang dapat bertahan dalam jangka panjang.ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA