Ketua DPRD Kutim Ragukan Realisasi Jaringan Gas, Usulkan Percontohan di Wilayah Tertentu

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Nov 2024 15:19 0 457 Redaksi

Kutai Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyatakan keraguannya terhadap usulan pembangunan jaringan gas (jargas) di daerah tersebut. Menurutnya, ide tersebut masih terbilang asing dibicarakan dan tidak realistis untuk diterapkan dalam waktu dekat di Kutim.

Jimmi menyoroti tantangan utama yang dihadapi Kutim, yakni infrastruktur yang belum memadai untuk mendukung instalasi jaringan gas. Ia membandingkan situasi di Kutim dengan Kota Bontang, yang memiliki kuota gas lebih besar dan infrastruktur yang lebih stabil.

“Kalau kuotanya ada lebih dari Bontang ya kenapa nggak kita pakai itu. Karena kita nggak punya jaringan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kondisi infrastruktur Kutim, seperti drainase dan jalan, masih banyak yang memerlukan perbaikan. Hal ini, menurut Jimmi, menjadi hambatan besar untuk pelaksanaan proyek jaringan gas di daerah tersebut.

“Jangan sampai malah menambah beban jika jargas dipaksakan masuk,” tegasnya.

Namun, Jimmi mengakui bahwa ide ini dapat dipertimbangkan untuk rencana jangka panjang. Ia menyarankan agar usulan tersebut dimasukkan dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) pada November tahun ini.

Sebagai langkah awal, ia mengusulkan wilayah perumahan KPC dan Munthe sebagai lokasi percontohan. Infrastruktur di kawasan tersebut dianggap sudah cukup memadai untuk mendukung instalasi jaringan gas.

“Jargas ini bisa diadakan sebenarnya pada wilayah perumahan KPC dan Munthe, sebagai percontohan,” jelasnya.

Dengan demikian, usulan jaringan gas di Kutim akan memerlukan kajian mendalam dan perencanaan matang untuk memastikan proyek tersebut tidak menambah beban masyarakat maupun pemerintah daerah.(Adv)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA