Sisrut Terkendala Sinyal, Dinkes Kutim Siapkan Jalur Manual Percepat Rujukan

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 03:36 0 120 Redaksi

Kutai Timur – Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrut) mulai diterapkan untuk mendukung proses rujukan pasien di Kabupaten Kutai Timur. Sistem yang terhubung secara daring tersebut diharapkan mempercepat komunikasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit tujuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur Yuwana Sri Kurniawati mengatakan penerapan Sisrut yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan telah berjalan di wilayahnya.

Namun, efektivitas sistem masih menghadapi kendala teknis, terutama keterbatasan jaringan internet di sejumlah puskesmas.

“Namanya kendala di lapangan kadang ada pastilah ada, misalnya dari puskesmas ada kendala sinyal, dia mau kirim online merujuk pasien ke RSUD Kudungga, ternyata karena sinyalnya enggak ada,” kata Yuwana.

Menurutnya, gangguan jaringan menjadi persoalan serius ketika pasien membutuhkan penanganan segera. Dalam kondisi tersebut, informasi rujukan dari puskesmas dapat terlambat diterima rumah sakit karena proses pengiriman melalui sistem daring tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Sementara di puskesmas pasiennya sudah kondisinya kurang bagus dan harus segera dikirim, sementara Kudungga belum menerima karena sinyal bermasalah, sehingga belum ada laporan,” ujarnya.

Untuk mencegah keterlambatan penanganan, petugas di fasilitas kesehatan tetap menggunakan jalur komunikasi alternatif ketika Sisrut tidak dapat diakses. Puskesmas dapat menghubungi rumah sakit secara langsung melalui telepon maupun pesan singkat untuk memastikan informasi pasien segera diterima.

Yuwana menegaskan mekanisme manual tersebut menjadi solusi sementara bagi wilayah yang menghadapi kendala jaringan atau ketika sistem mengalami gangguan. Dengan komunikasi langsung, proses pengiriman pasien tetap dapat dilakukan meskipun rujukan belum tersampaikan melalui sistem secara daring.

“Biasanya harus dibantu seperti itu untuk daerah-daerah yang memang ada kendala dari sinyal atau mungkin pas ada gangguan, mereka akan mengirim pasien ke Kudungga,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan penguatan sistem rujukan di Kutai Timur tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi, tetapi juga membutuhkan dukungan konektivitas yang memadai di seluruh fasilitas kesehatan.

Perbaikan jaringan menjadi bagian penting agar sistem rujukan terintegrasi dapat bekerja lebih efektif, terutama dalam menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA