Andriansyah, Anggota Komisi III DPRD Samarinda.
Noisenews.co, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda didorong untuk melakukan pembaruan terhadap kendaraan operasional pengangkut sampah. Armada yang sudah berusia lama dan mengalami penurunan kondisi dinilai perlu segera mendapat perhatian agar pelayanan kebersihan di Kota Tepian dapat tetap berjalan secara maksimal.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan kendaraan pengangkut sampah yang kondisinya sudah tidak optimal berpotensi mengganggu proses pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Keberadaan armada yang layak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran sistem pengelolaan sampah di Samarinda. Armada yang kondisinya sudah tidak layak harus mulai diprioritaskan untuk diganti,” kata Andriansyah.
Ia menjelaskan, armada yang terlalu sering mengalami gangguan atau kerusakan dapat berdampak pada terganggunya jadwal pengangkutan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sampah menumpuk di TPS dan pada akhirnya memengaruhi kebersihan lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, kerusakan pada bak penampungan maupun komponen kendaraan lainnya juga berisiko membuat sampah berjatuhan atau tercecer ketika kendaraan melintas dalam perjalanan menuju lokasi pembuangan akhir.
“Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa menimbulkan bau, mengganggu kenyamanan warga, hingga berdampak terhadap kesehatan lingkungan,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Andriansyah meminta Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasukkan program peremajaan armada sebagai salah satu bagian dalam perencanaan pembangunan sekaligus penganggaran daerah.
Menurutnya, proses penggantian armada tidak harus dilakukan secara serentak. Pemerintah dapat menerapkannya secara bertahap dengan menentukan prioritas berdasarkan usia serta kondisi kendaraan yang digunakan saat ini.
“Penggunaan kendaraan baru berpotensi membuat pengeluaran operasional lebih efisien. Pasalnya, mempertahankan armada yang sudah tua dengan intensitas perbaikan tinggi dapat menyerap anggaran cukup besar untuk biaya pemeliharaan,” paparnya.
Kendati memahami bahwa kondisi keuangan daerah masih memiliki keterbatasan, Andriansyah menegaskan pelayanan dasar, termasuk sektor kebersihan, tetap harus mendapatkan perhatian dalam kebijakan pembangunan.
Ia menilai kebutuhan kendaraan pengangkut sampah perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas yang dibahas secara berkelanjutan dalam penyusunan APBD.
“Fasilitas pemerintah yang memadai harus berjalan beriringan dengan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Samarinda,” tegasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar