Prestasi Akademik Meningkat, DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Fasilitas Sekolah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 05:45 0 3 Redaksi

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Noisenews.co, Samarinda — Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP di Kota Samarinda tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup membanggakan. Rata-rata nilai peserta didik tercatat berada di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pelaksanaan TKA tahun ini mengukur kemampuan siswa pada dua mata pelajaran utama, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Dari hasil yang diperoleh, capaian siswa di Kota Samarinda dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lainnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut. Namun, ia meminta agar hasil TKA dapat dipetakan secara rinci berdasarkan masing-masing sekolah untuk mengetahui tingkat capaian yang diperoleh setiap satuan pendidikan.

Dengan adanya pemetaan tersebut, sekolah yang masih memperoleh hasil TKA rendah dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan, baik dari sisi metode pembelajaran maupun faktor pendukung lainnya.

“Kalau ada daerah yang nilainya masih rendah, kita bisa cari penyebabnya. Apakah gurunya kurang, fasilitasnya belum memadai, atau akses ke sekolah yang masih sulit? Dari situ baru bisa dicarikan solusinya,” kata Puji, Jumat 12 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh satu faktor. Capaian yang baik merupakan hasil dari sinergi berbagai aspek, mulai dari kualitas tenaga pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga lingkungan belajar yang mendukung.

Meski demikian, Puji menilai data rata-rata hasil TKA belum sepenuhnya mampu menggambarkan kondisi pendidikan secara menyeluruh yang terjadi di lapangan. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Samarinda, mulai dari ketimpangan fasilitas, kerusakan ruang kelas, hingga akses menuju sekolah yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, masih terdapat sekitar seribu ruang kelas di Samarinda yang mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Kondisi tersebut banyak ditemukan pada sekolah dasar yang berada di wilayah pinggiran kota.

“Beberapa sekolah dilaporkan kerap menghadapi masalah atap bocor, plafon roboh, terendam banjir, hingga akses jalan menuju sekolah yang rusak parah,” ungkap Puji.

Karena itu, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya diukur dari capaian akademik semata. Perbaikan fasilitas pendidikan dan penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta layak bagi siswa juga harus menjadi prioritas.

“Bersyukur tentu saja karena nilai TKA bagus. Tetapi jangan sampai karena hasilnya baik, lalu kita merasa semua persoalan pendidikan sudah selesai. Masih banyak yang harus dibenahi,” ingat Sri Puji Astuti. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA