Kutai Timur – Di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret dalam menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan pangan di seluruh wilayah. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi pengendalian harga, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang bergerak cepat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan hasil kolaborasi tiga pihak strategis, yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, dan Bulog. Sinergi tersebut memastikan bahwa distribusi bahan pokok berlangsung lancar dan tepat sasaran.
“Kita sebelumnya melaksanakan Gerakan Pangan Murah ya. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga pihak, yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bulog,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan empat ton beras SPHP, 500 kilogram gula pasir merek Fit, serta 500 liter minyak goreng. Seluruh komoditas tersebut dijual dalam bentuk paket seharga Rp103.000, yang berisi lima kilogram beras, satu kilogram gula, dan satu liter minyak goreng. Paket ini dirancang agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Nora berharap kegiatan ini tidak hanya mampu mengurangi beban belanja masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem ketahanan pangan daerah. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat serta menjadi upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan harga, menekan inflasi, dan menjaga stabilitas pasokan pangan di Kutai Timur,” tuturnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, GPM diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar