Kutai Timur – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal terus menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dikembangkan adalah rencana pembangunan pabrik tepung pisang di kawasan strategis KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Kutim dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang saat ini telah memasuki tahap pembahasan lanjutan untuk mematangkan konsep dan kebutuhan teknis.
Pembangunan pabrik tersebut dipandang sebagai jawaban atas kebutuhan hilirisasi komoditas pertanian, terutama pisang kepok gerecek yang produksinya melimpah di Kutai Timur namun belum sepenuhnya memiliki jalur pengolahan industri berskala besar. Selama ini, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya belum maksimal. Dengan adanya pabrik pengolahan, komoditas tersebut diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membuka akses pasar baru.
Rencana ini juga diproyeksikan menjadi titik awal lahirnya rantai industri baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pendapatan petani, serta mendorong Kutai Timur menjadi sentra besar olahan pisang di wilayah timur Kalimantan. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan lembaga pendidikan dan minat investor.
“Ke depan, dengan pendampingan dari ITS serta rencana investasi di kawasan KEK Maloy, kami menargetkan pembangunan pabrik tepung pisang dapat direalisasikan di area tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan pabrik tidak hanya menyerap hasil panen petani, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk turunan, mulai dari bahan pangan, pakan, hingga olahan yang dapat dikembangkan oleh UMKM lokal.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kutai Timur semakin mantap menapaki jalur hilirisasi pertanian modern, menjadikan pisang bukan sekadar komoditas kebun, tetapi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar