Disdikbud Kutim Tekankan Toleransi Melalui Pembelajaran Agama Sejajar

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Nov 2025 04:45 0 37 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif yang menghormati keberagaman, khususnya dalam pembelajaran agama di sekolah. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan toleransi sejak dini, bukan sekadar menambah fasilitas atau jumlah guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program pendidikan agama di sekolah tidak memihak satu agama tertentu. “Kalau Islam ada tambahan dua jam pelajaran mengaji. Untuk agama lain, kami berikan ruang yang sama,” ujarnya. Hal ini memastikan bahwa semua siswa mendapatkan kesempatan belajar agama sesuai keyakinan masing-masing secara adil dan setara.

Dalam rangka penguatan pembelajaran mengaji di tingkat SD dan SMP, Pemkab Kutim bekerja sama dengan Ummi Foundation Surabaya. Guru-guru yang direkrut secara khusus mendapatkan gaji langsung dari Dinas Pendidikan, sehingga kualitas pengajaran dapat terjaga. Sementara itu, bagi siswa Kristen, pembelajaran agama difasilitasi melalui pengawas internal sekolah dan mitra gereja, dengan dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui ceramah, sermon, dan studi Alkitab.

Mulyono menegaskan bahwa pemerintah tidak mencampuri materi keagamaan. “Kami tidak membeda-bedakan. Kami berikan ruang yang sama,” tegasnya. Dengan model pembinaan ini, pendidikan agama menjadi lebih bermakna, mengembangkan karakter dan nilai toleransi di antara peserta didik dari berbagai latar belakang agama.

Pemda Kutim berharap seluruh sekolah dapat menjadikan keragaman sebagai kekuatan dalam membangun karakter peserta didik. Langkah ini memperkuat pendidikan inklusif, tidak hanya dari sisi akses dan fasilitas, tetapi juga dari kualitas pembelajaran yang menghargai perbedaan. Mulyono menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa Kutim berkomitmen menyiapkan generasi muda yang berkarakter, toleran, dan memahami pentingnya keberagaman sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang harmonis.ADV

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA