Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui program pasar murah yang selama ini mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat di berbagai kecamatan. Program ini menjadi salah satu intervensi penting pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga, terutama ketika harga kebutuhan pokok di pasaran mulai menunjukkan fluktuasi.
Meski demikian, pada tahun mendatang pelaksanaan program pasar murah harus beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat sejumlah penyesuaian perlu dilakukan agar kegiatan tetap berjalan, meskipun dengan ruang fiskal yang lebih terbatas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya Disperindag telah menggelar pasar murah di 12 kecamatan dengan total anggaran kurang lebih Rp10 miliar. Program tersebut terbukti mampu menjangkau masyarakat secara luas dan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas harga di daerah.
“Disperindag sendiri sebelumnya telah melaksanakan program pasar murah dengan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk 12 kecamatan di Kutai Timur,” ujarnya.
Namun, untuk tahun depan, alokasi anggaran harus disesuaikan menjadi Rp5 miliar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Penyesuaian ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mempertahankan cakupan dan efektivitas kegiatan.
“Namun untuk tahun depan, anggarannya mengalami penyesuaian menjadi Rp5 miliar akibat efisiensi dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Nora tetap berharap, seiring membaiknya kondisi dan dinamika keuangan daerah, anggaran bagi program pasar murah dapat kembali ditingkatkan sehingga kegiatan ini tetap dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Keberlanjutan program ini, tegasnya, sangat penting untuk menjaga daya beli warga sekaligus membantu menekan inflasi di Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar