Ketua KPID Kaltim, Irwansyah
Noisenews.co, SAMARINDA — Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur, Irwansyah, menyoroti maraknya konten YouTube yang menampilkan perilaku dan bahasa tidak sopan. Menurutnya, fenomena ini berpotensi memengaruhi perkembangan anak-anak yang belum memiliki kemampuan menyaring informasi secara matang.
Irwansyah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap akses bebas anak-anak ke media sosial, terutama YouTube. Ia menilai banyak konten di platform tersebut yang berisi ujaran kasar, candaan tidak etis, hingga informasi menyesatkan yang mudah ditiru oleh anak-anak.
“Sekarang ini banyak kita lihat youtuber-youtuber yang bisa berbicara dengan bebas tanpa sopan santun di dunia maya. Hal ini sangat berisiko apabila didengar oleh anak kita yang belum mengerti,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, tanggung jawab menciptakan ruang digital yang sehat tidak hanya berada di tangan platform penyedia layanan, tetapi juga para kreator konten dan penontonnya. Menurutnya, semua pihak harus berperan aktif menjaga kualitas informasi dan tayangan yang dikonsumsi publik.
“Kita harus berani bicara bahwa ruang digital juga harus punya etika. Konten yang tidak mendidik bukan hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga membentuk perilaku negatif di masyarakat,” tegasnya.
KPID Kaltim sendiri saat ini tengah mengintensifkan program literasi media, khususnya di kalangan generasi muda. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih kritis dan selektif dalam mengonsumsi konten digital.
Selain itu, Irwansyah mengajak orang tua untuk lebih terlibat dalam mengawasi tontonan anak. Ia berharap adanya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas untuk membangun ekosistem media yang sehat.
“Peran orang tua sangat penting. Jangan sampai anak-anak dibiarkan mengakses konten tanpa arahan dan bimbingan,” pungkasnya.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar