Sempat Alami Banjir, Dispora Kaltim Antisipasi dengan Pengerukan Sedimentasi

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Jun 2025 09:09 0 76 Redaksi

Halaman Gelora Kadrie Oening ketika akibat diguyur hujan terus menerus. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Dua stadion kebanggaan Kalimantan Timur Stadion Utama Palaran dan Stadion Sempaja terjadi  genangan banjir yang cukup parah. Hal ini akibat hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda dalam beberapa pekan terakhir tak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga menyerang fasilitas olahraga milik pemerintah daerah. Dua stadion kebanggaan Kalimantan Timur Stadion Utama Palaran dan Stadion Sempaja tidak luput dari genangan banjir yang cukup parah. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. 

Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga, Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif berupa pengerukan sedimentasi di dua stadion tersebut. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di masa mendatang.

“Memang ini bukan banjir biasa, situasinya luar biasa karena skalanya hampir merata di Samarinda. Kita masih mengikuti arahan penanganan bencana. Namun nanti, di anggaran tambahan, pengerukan sedimentasi akan dilakukan di Stadion Sempaja dan Palaran,” ujar Junaidi.

Menurutnya, genangan air yang terjadi di kawasan stadion tidak semata-mata disebabkan oleh buruknya sistem drainase atau tumpukan sedimen, tetapi juga karena faktor alam. Intensitas hujan yang tinggi dan kenaikan permukaan sungai memperparah aliran air yang seharusnya mengalir ke saluran utama.

“Parit sudah tidak mampu menampung karena sungainya sendiri juga tinggi. Ini menyebabkan air tidak bisa turun dan akhirnya meluber ke berbagai area, termasuk stadion,” jelasnya.

Meski langkah pengerukan dianggap penting, Junaidi menyadari bahwa itu bukan satu-satunya solusi. Ia menilai perlu pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani persoalan banjir di Samarinda, khususnya di fasilitas-fasilitas olahraga strategis.

“Pengerukan bisa kita lakukan, tapi kalau sungai tetap tinggi dan hujan terus menerus, ya banjir tetap bisa terjadi. Ini sudah bagian dari gejala alam yang lebih besar. Kita perlu strategi lintas sektor, bukan hanya dari Dispora,” tuturnya.

Dispora Kaltim melalui UPTD berharap, melalui langkah awal ini, potensi kerusakan fasilitas akibat banjir dapat ditekan. Junaidi juga mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar, terutama dalam pengelolaan air dan kebersihan saluran.

“Yang penting kita upayakan dulu yang bisa kita kontrol. Jangan sampai karena genangan air, aktivitas olahraga kita terganggu dan fasilitas yang ada rusak semakin parah,” pungkasnya. (Rad/ADV/Dispora Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA