Dispora Kaltim Ungkap Pengalihan Fungsi Asrama Atlet

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Jun 2025 16:37 0 71 Redaksi

Asrama Atlet Dispora Kaltim. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kebijakan pengalihan fungsi asrama atlet menjadi hunian bagi mahasiswa. Hal ini menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda. Melalui Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan pemuda tidak lagi semata terbatas pada ranah olahraga, tetapi juga merambah sektor pendidikan dan pengembangan kapasitas diri.

Junaidi, Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk memastikan fungsi baru asrama dapat berjalan optimal. Meski sebelumnya difungsikan sebagai tempat tinggal bagi atlet dari berbagai cabang olahraga, kini asrama yang berada di kompleks olahraga itu siap menyambut mahasiswa dari berbagai penjuru Kaltim.

“Asrama sudah kami lengkapi kembali, mulai dari tempat tidur, AC, hingga kamar mandi. Kami terus berupaya agar fasilitas ini layak dan nyaman digunakan,” ungkap Junaidi.

Asrama berlantai empat tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 512 orang. Ruangan-ruangan di dalamnya sebelumnya menampung atlet dari berbagai daerah yang datang ke Kaltim untuk mengikuti kompetisi berskala nasional. Kini, ruang-ruang itu akan menjadi saksi perjuangan akademik para mahasiswa. Meski beberapa pihak masih menyoroti kelayakan fasilitas, Junaidi menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan berkomitmen untuk terus menyempurnakan fasilitas sesuai kebutuhan mahasiswa.

“Memang masih ada perbedaan pandangan tentang standar kelayakan. Tapi kami siap melakukan perbaikan secara bertahap,” tambahnya.

Dari sisi pengelolaan, asrama ini mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2020 mengenai tarif sosial, olahraga, dan komersial. Saat ini, tarif yang berlaku mencapai kisaran Rp60.000 per orang per malam. Namun demikian, Dispora membuka kemungkinan untuk menerapkan keringanan biaya, bahkan pembebasan total bagi mahasiswa yang masuk kategori tertentu.

“Regulasinya masih kami tunggu. Jika sudah ada dasar hukum, kami siap gratiskan bagi yang memang layak dibantu,” kata Junaidi.

Bagi Dispora Kaltim, kebijakan ini bukan sekadar pemanfaatan ulang aset, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun SDM unggul. Dengan menyediakan hunian layak dan terjangkau, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan potensi akademik maupun sosial.

“Bukan hanya tempat tinggal, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi dan berkarya,” ujar Junaidi penuh harap.

Kebijakan ini juga menandai pergeseran peran Dispora Kaltim yang tidak lagi semata-mata berfokus pada pengembangan olahraga, melainkan turut ambil bagian dalam mendukung transformasi pendidikan generasi muda.

(Rad/ADV/Dispora Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA