Komisi I DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Pembangunan di Samarinda

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Mei 2025 12:04 0 114 Redaksi

Anggota DPRD Samarinda, Adnan Faridhan. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – Dalam beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda gencar melakukan pembangunan infrastruktur berskala besar.

Hal ini di mulai dari revitalisasi Pasar Pagi, pembangunan Tugu Pesut, hingga mega proyek terowongan yang menelan anggaran miliaran rupiah. Namun, di balik pembangunan itu, masih ada persoalan mendasar yang belum tersentuh secara merata.

Salah satunya adalah Kelurahan Karang Mumus, yang hingga kini masih belum memiliki kantor kelurahan tetap. Lantaran ketersediaan lahan dari Pemkot Samarinda belum ada.

Arbain Asyari, selaku Kepala Kelurahan Karang Mumus mengungkapkan, sejak awal kelurahan ini berdiri memang tidak memiliki gedung maupun lahan sendiri. Saat ini, operasional kelurahan dilakukan di bangunan sewaan.

“Di wilayah kota cukup sulit mencari lahan, karena ketersediaannya terbatas. Kalaupun ada, harga jualnya tinggi,” ungkapnya, Senin (19/5/25).

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan menilai, situasi ini mencerminkan ketimpangan pembangunan di Samarinda. Ia menyoroti kontras antara proyek-proyek besar bernilai triliunan rupiah dengan kondisi kantor kelurahan yang tidak layak.

“Di satu sisi, kita melihat pembangunan besar-besaran di Samarinda, mulai dari gedung megah hingga pembangunan terowongan. Tapi di sisi lain, masih ada kelurahan di dapil saya yang harus menyewa kantor tidak layak. Ini membuktikan perhatian terhadap pelayanan publik masih kurang,” tegasnya.

Adnan berharap Pemkot Samarinda dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun kantor permanen bagi Kelurahan Karang Mumus pada 2026.

“Langkah ke depan, kami akan menyuarakan aspirasi warga dan mendorong agar pembangunan kantor kelurahan ini segera direalisasikan. Ini bukan sekadar soal gedung, tetapi menyangkut peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat paling dasar,” tandasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA