Perkuat Jiwa Demokrasi, Syahariah Mas’ud Kembali Gelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah di Nipah – Nipah

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Feb 2025 02:55 0 140 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud saat menyampaikan Sambutan saat  Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah, pada Jumat (14/2/25). (Erni/Noisenews.co)

Noisenews.co,  Penajam Paser Utara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud menggelar sosialisasi Penguatan Demokrasi di Desa Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Jum’at (14/2/25).

Dalam sambutannya Syahariaj menjelaskan terkait Demokrasi. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan rakyat.  Dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik melalui pemilihan umum maupun melalui suara dalam berbagai forum.

“Rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan. Tak hanya itu, Semua suara dianggap sama, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya,” ungkapnya.

Diketahui ada  beberapa macam hakikat demokrasi yang harus dipahami oleh semua kalangan masyarakat, seperti halnya Keputusan yang diambil pemerintah harus mencerminkan kehendak mayoritas, tetapi tetap menghormati hak-hak minoritas. 

Pemerintah harus terbuka terhadap rakyat dan bertanggung jawab atas tindakan yang diambil.

“Perlu kita ketahui Demokrasi itu menjamin perlindungan hak-hak dasar setiap individu, seperti kebebasan berbicara, berkumpul, dan beragama,” terangnya.

Dilanjut Agus Dachlan selaku Kepala Kesbangpol PPU sebagai Narasumber juga memaparkan model-model demokrasi yang saat ini ada. Seperti halnya demokrasi parlementer atau legislatif yang menjadi wakil masyarakat saat ini. 

Demokrasi ini Dalam model ini, kekuasaan legislatif lebih tinggi dari pada eksekutif. Perdana menteri sebagai kepala pemerintahan diangkat oleh parlemen, dan presiden berfungsi sebagai kepala negara.

“Kalau demokrasi langsung, Rakyat berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan tanpa perantara. Contohnya adalah referendum di Swiss, di mana semua warga negara memiliki suara dalam isu-isu penting,” jabarnya.

Andi Arifin juga selaku Narasumber dalam kegiatan ini berharap, kegiatan sosialisasi penguatan demokrasi daerah yang dilakukan oleh DPRD dapat memberikan dampak positif dalam membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan jiwa demokrasi yang tinggi. Ia pun juga menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi hal-hal yang justru memecah belah kita semua.

“Kita semua satu, jangan sampai perbedaan ini justru menjadi alat untuk memecah belah kita, kita kuat karena perbedaan,” kata Andi.

Untuk diketahui kegiatan ini diikuti antusias oleh sejumlah masyarakat, Pengurus Rukun Tetangga, serta Miftah Hul Jannah sebagai pembawa acara. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA