KUTAI TIMUR – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Julfansyah, menyoroti kondisi pendidikan dan kesehatan di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Busang, Long Mesangat, Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Batu Ampar. Menurutnya, pembangunan di wilayah tersebut masih jauh dari kata memadai.
“Kualitas kesehatan dan pendidikannya, sangat hancur,” ungkap Julfansyah dengan tegas.
Sebagai seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala desa selama 11 tahun, ia menyebut banyak proyek pembangunan di wilayahnya tidak terselesaikan alias mangkrak. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam pengelolaan dan pengawasan pembangunan.
“Di wilayahku paling banyak yang ndak selesai, alias mangkrak. Aku 11 tahun jadi kepala desa, jadi kalau dilihat pembangunan di sana itu belum berjalan baik,” tambahnya.
Julfansyah juga menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Rumah Sakit Pratama yang ada hanya memiliki satu dokter, sehingga pasien yang dirujuk dari puskesmas sering kali tidak dapat ditangani langsung dan harus dirujuk lebih jauh ke Samarinda.
“Di sana ada Rumah Sakit Pratama, tapi dokternya hanya 1. Jadi kalau ada masyarakat yang sakit dapat rujukan dari puskesmas, tidak langsung dapat ditangani di sana, dirujuk lagi ke Samarinda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa masalah ini sudah disampaikan kepada Ketua DPRD Kutim dan mendapat perhatian serius dari anggota Komisi D lainnya.
“Tadi sudah disampaikan ke Ketua DPRD, dan sudah disepakati juga sama Anggota Komisi D yang lain. Jadi segera kita hadirkan dinasnya, tanyakan masalahnya apa?” ujar Julfansyah.
Julfansyah berharap pertemuan dengan dinas terkait dapat menghasilkan solusi konkret untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan pendidikan di Dapil III, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
![]()

Tidak ada komentar