Sangatta – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi tanggapi perkembangan pembangunan proyek Multi Years Contract (MYC) Jembatan Telen yang saat ini progress pembangunan nya belum terlalu signifikan.
Menurut wakil ketua komisi C tersebut, pihaknya terus melakukan pengawasan dalam pelaksanaan Pembangunan jembatan tersebut.
“Untuk jembatan Telen kita masih terus lakukan pengawasan, jadi kita lihat progressnya benar atau enggak memang yang berjalan itu, dan jembatan ini kan baru pengadaan nya bukan pembangunan konstruksinya,” ungkapnya pada awak media.
Dirinya mengungkapkan bahwa karna waktu yang singkat membuat pembangunan jembatan masih terkait pemenuhan pengadaannya saja.
“Jadi pengadaan bukan yang terpasang kontraknya, emang ada Silpa sih tapi setidaknya karna memang waktu tidak cukup untuk itu, jadi mereka dari awal menyiapkan hanya pengadaannya saja yaitu perangkat jembatan,” jelasnya Joni.
Sejak awal perencanaan pada 2017 lalu akhirnya pada 2024 ini, proyek tersebut akan menjadi kenyataan melalui program kontrak tahun jamak (Multiyears). Jembatan ini diharapkan dapat menghubungkan akses bagi warga di Kecamatan Telen, yang terdiri dari delapan desa dengan luas wilayah kurang lebih 3 ribu kilometer persegi.
Salah satu desa yang akan terhubung langsung dengan jembatan ini adalah Desa Juk Ayak dan Desa Muara Pantun, yang berdekatan dengan kantor kecamatan. Sedangkan, enam desa lainnya, seperti Desa Rantau Panjang, Marah Haloq, Long Melah, Long Segar, Karnyayan, dan Long Noran, terletak di seberang sungai.
Dari segi ekonomi tentu akan memudahkan lalu lintas barang dan jasa kemudian memangkas biaya transportasi yang berpotensi meningkatkan hasil pertanian masyarakat dan lebih mudah dijual.
![]()

Tidak ada komentar