Hindari Pekerja Dibawah Umur, Dinsos Kukar Lakukan Pendekat Persuasif ke Anak Ini !

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Nov 2023 05:03 0 654 Redaksi

Kepala Dinas Sosial Kutai Kartanegara, Hamly. (Ist)


Noisenews.co, Tenggarong
– Masyarakat Kota Tenggarong kerap mendapati badut-badut yang berjalan untuk menghibur baik di tempat-tempat keramaian taman kota maupun kawasan kuliner. Belum lama ini ditemukan ada diantara para badut jalanan ini berusia anak-anak.

Mengetahui hal tersebut Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) langsung melakukan kroscek dan memberikan teguran kepada pemilik penyewaan kostum badut agar tidak memberikan penyewaan kepada warga yang berusia anak-anak. 

Kepala Dinsos Kukar, Hamly didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Sunarko mengungkapkan, keberadaan badut ini sebenarnya masuk kepada ranah ketentraman dan ketertiban umum dan ditangani oleh Satpol PP. 

Dari informasi yang diterima Dinsos, pihaknya langsung melakukan korscek dan pendekatan serta mengeluarkan kebijakan agar bisa dipahami bersama.

“Satpol yang menemukan, namun diantara mereka (badut) itu ada yang berusia anak-anak, itulah yang dipermasalahkan makanya kami dihubungi Satpol saya pikir anak itu ditahan di Satpol, ternyata dipulangkan dan ternyata bahkan anak-anak ini masih sekolah, dalam hal ini kami juga berkoordinasi dengan DP3A,” ujar Hamly.

Dinsos kukar langsung memanggil pemilik penyewaan kostum badut dan menegaskan jika masih menyewakan kepada anak-anak maka si pemilik kostum akan diproses secara hukum. 

“Karena mengarah kepada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mana itu bekerja mendapatkan hasil dengan pekerjaannya dilakukan oleh anak-anak dan ini juga bertentangan dengan Perda Kukar tahun 2019 terkait tentang zona bebas pekerja anak,” sebutnya lagi.

Setelahnya Dinsos mengunjungi orangtua si anak-anak yang berprofesi sebagai badut dan diketahui penyebab anak-anak ini bekerja karena memang niat pribadi si anak yang ingin menabung.

“Lagi-lagi yang menjadi masalah memang faktor ekonomi jadi orangtuanya si anak itu bercerai kemudian anaknya yang berinisiatif. Sebenarnya kedua anak ini adalah kakak beradik dan tidak bekerja secara utuh, karena mereka masih sekolah,” ungkap Hamly.

Pagi sekolah, sepulang sekolah langsung mengerjakan semua PR yang ada pada hari itu sekalian belajar untuk hari besoknya. Makan dan lanjut tidur siang, sore harinya salat Ashar dan mengaji sampai salat Maghrib sampai jam 9 hingga 10 malam mengitari jalan-jalan di Tenggarong.

“Bersekolah di salah satu SD di Tenggarong, saya datang ke sekolahnya ternyata kepala sekolah nya tidak tahu tapi guru kelasnya tahu. Bahkan yang menginspirasi anak itu mengatakan kalau bekerja itu bukan paksaan orang tua melainkan inisiatif dirinya sendiri untuk menabung bagi persiapan pendidikan, supaya tidak merepotkan orang tua dia bilang. Belum lagi dari hasil dia ngebadut dia sisihkan uang untuk belikan seragam sekolah temannya yang tidak punya seragam sekolah agar mereka sama-sama semangat untuk tetap bersekolah meski sama-sama berprofesi sampingan sebagai badut,” bebernya.

Dari inventarisasi dan penelusuran langsung yang dilakukan Dinsos, ada empat anak yang masih bekerja paruh waktu di malam hari, meskipun pagi hari tetap bersekolah. Tiga anak menjadi badut, dua orang diantaranya kakak beradik, satu anak lagi yang biasa berjualan kue digendong diatas kepala. 

Setelah mendapat pendekatan dan pendampingan dari Dinsos anak-anak ini akhirnya sudah mengurangi aktifitas nya.

“Full kami larang tidak boleh ngebadut atau kerja jualan lagi ke jalan, fokus di sekolah kita pantau di sekolah ya setelah kita lakukan pendampingan pembinaan gitu Alhamdulillah tidak ada lagi mereka beraktivitas jadi badut. Untuk orang tuanya kemaren hasil dari assessment itu bisa di backup bantuan pemberdayaan perekonomian kedepannya, sudah kita data kita upayakan coba di tahun depan untuk bisa dimasukkan ke dalam program-program yang membentuk pemberdayaan ekonomi. Untuk upaya jangka panjang itu kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya. (Rad/ADV/Diskominfo Kukar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA