Tingkatkan Minat Baca, SMPN 17 Balikpapan Wajibkan Membaca 10 Menit dalam Sehari

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Okt 2023 10:39 0 630 Redaksi

Kepala Sekolah SMPN 17 Kota Balikpapan, Doddy Yustus Sulu. (Ist)

Noisenews.co, Balikpapan- SMPN 17 Kota Balikpapan mewajibkan murid untuk membaca di perpustakaan. Dengan aturan ini, para siswa diharapkan mendapat keseimbangan, antara belajar dari buku fisik dan internet di ponselnya. 

Membaca buku sebenarnya hal yang mengasyikkan. Namun di era gempuran internet yang bisa diakses dari genggaman, membuat kegiatan ini perlahan terpinggirkan. 

Lebih dari itu, ‘migrasi’ ini tidak secara otomatis memindah media baca, dari buku ke hp. Justru menurunkan minat baca siswa, karena lebih banyak hal hiburan di internet. Mendapatkan hiburan memang adalah hak semua orang.

Kepala Sekolah SMPN 17 Kota Balikpapan, Doddy Yustus Sulu mengatakan melarang siswa bermain hp dengan narasi akan membuat bodoh dan semacamnya, tidak akan berhasil memperbaiki situasi. Sekolah hanya perlu menciptakan keseimbangan, antara aktivitas di internet dengan kegiatan belajar konvensional.

Salah satu upayanya adalah membuat peraturan wajib membaca minimal 10 menit, setiap pagi hari, setelah berdoa. Sistem ini diharapkan dapat memicu semangat para siswa untuk menambah pengetahuannya secara mandiri.

“Jadi para murid wajib membaca buku yang ada di perpustakaan. Alhamdulillah minat baca di SMPN 17 sangat baik. Buku di perpustakaan kadang dipinjamkan ke murid-murid yang mau meminjam,” kata Doddy kepada awak media, beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, bahwa buku yang ada di perpustakaan dianggarkan di Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kemudian untuk lemari bukunya bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan.

 “Jadi bantuan buku tersebut dari Dana Bos Daerah maupun Pusat. Setiap tahu kita selalu menganggarkan, apalagi di tahun ini kurikulum sudah diganti. Maka bukunya kita ganti,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk perpustakaan yang ada di SMPN 17 ini, sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Dulu masih biasa saja dan sederhana. Kalau sekarang sudah dibenahi dan sudah lebih baik lagi. (Rad/ADV/Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA