Kekeringan Ancam Sawah Kutai Timur, DTPHP Prioritaskan Tanaman yang Sudah Tumbuh

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Sep 2026 11:39 0 12 Redaksi

Kutai Timur – Kekeringan mulai dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah persawahan Kabupaten Kutai Timur, dengan kondisi tanaman padi yang telah memasuki masa pertumbuhan menjadi perhatian utama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan (DTPHP).

Pendataan dilakukan untuk mengetahui lokasi lahan yang mengalami kekeringan sekaligus memastikan apakah lahan tersebut sedang ditanami padi, karena kondisi tanaman menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan.

Laporan kekeringan yang sedang ditangani berasal dari Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon dan Kaubun, sementara sebagian laporan lainnya berasal dari Sangkulirang dengan kondisi tanaman yang perlu dipantau.

Kepala Bidang (Kabid) DTPHP Kabupaten Kutai Timur Dessy Wahyu Fitria mengatakan pihaknya telah mendata sejumlah laporan kekeringan, khususnya pada lahan yang sedang ditanami padi, di Kantor DTPHP Kutai Timur, Rabu (23/9/2026).

“Kita sudah mendata beberapa laporan kekeringan di beberapa kecamatan, khususnya yang sedang tanam sekarang untuk padi,” kata Dessy.

Menurut dia, penanganan tidak langsung diarahkan pada seluruh lahan yang mengalami kekeringan, karena DTPHP terlebih dahulu melihat apakah lahan tersebut telah ditanami atau belum.

“Kita fokusnya, walaupun mereka kekeringan tetapi kalau belum tanam mungkin kita belum fokus,” ujarnya.

Prioritas diberikan kepada persawahan yang sudah ditanami karena tanaman yang berada dalam masa pertumbuhan dinilai membutuhkan penyelamatan agar tidak terdampak lebih jauh oleh kondisi kekurangan air.

“Kita fokusnya untuk kekeringan ini adalah menyelamatkan sawah-sawah yang memang sudah ditanami,” tuturnya.

DTPHP mencatat terdapat tanaman padi yang terdampak kekeringan ketika sudah memasuki usia sekitar 30 hingga 60 hari, sehingga kondisi tanaman tersebut menjadi bagian dari pendataan untuk menentukan kebutuhan penanganan.

“Karena ada beberapa laporan kekeringan yang kondisi padinya sudah umur 30 hari atau 60 hari,” jelasnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan yang terdampak, DTPHP menyalurkan pompa dan pipanisasi kepada kelompok yang memang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Pompa dan pipanisasi diberikan kepada kelompok yang memang membutuhkan,” tandasnya.

Pendataan lokasi kekeringan dan kondisi tanaman menjadi dasar penanganan, dengan penyelamatan tanaman yang sudah berada dalam masa pertumbuhan ditempatkan sebagai prioritas dalam menghadapi kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kutai Timur. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA