DPRD Samarinda Utamakan Program Berdampak Langsung bagi Masyarakat di APBD 2027

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jul 2026 04:01 0 6 Redaksi

Anggota DPRD Samarinda Iswandi, S.T. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mulai melakukan persiapan untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Dengan kondisi ruang fiskal yang masih terbatas akibat penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat yang belum optimal, DPRD Samarinda memastikan program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat akan ditempatkan sebagai prioritas.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan bahwa pembahasan APBD 2027 masih berlangsung secara internal di lingkungan DPRD. Setelah tahapan tersebut rampung, pembahasan akan diteruskan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna menentukan arah kebijakan anggaran untuk tahun mendatang.

“Sekarang ini masih pembahasan internal. Nanti setelah itu baru dibahas bersama TAPD. Jadi belum masuk pembahasan secara menyeluruh,” kata Iswandi.

Ia mengatakan, keterbatasan penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan APBD 2027. Situasi tersebut diperkirakan turut memengaruhi kapasitas fiskal Pemerintah Kota Samarinda dalam merealisasikan berbagai agenda pembangunan.

“Dengan ruang fiskal yang terbatas karena belum adanya transfer keuangan dari pusat, otomatis kita harus lebih efektif dan efisien dalam menyusun anggaran,” ujarnya.

Iswandi menuturkan, keterbatasan kemampuan fiskal membuat DPRD bersama pemerintah daerah perlu menyeleksi secara cermat seluruh program yang diajukan. Kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat akan lebih diutamakan, sedangkan program yang belum memiliki tingkat urgensi tinggi dapat dipertimbangkan untuk ditunda.

Menurutnya, langkah efisiensi yang diterapkan dalam pengelolaan anggaran tidak dimaksudkan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Justru, efisiensi diperlukan agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinilai paling penting.

“Program yang langsung bersentuhan dengan kesejahteraan masyarakat itu yang harus menjadi prioritas. Sementara program yang belum mendesak bisa ditangguhkan terlebih dahulu,” tegasnya.

Iswandi berharap persoalan mengenai transfer dana dari pemerintah pusat dapat segera menemukan penyelesaian. Dengan demikian, proses pembahasan APBD 2027 dapat berjalan tanpa hambatan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan tetap mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kota Samarinda. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA