Kepala Dinas PUPR PERA Kaltim, Aji M Fitra Firnanda, dalam jumpa pers di Samarinda.
Noisenews.co, SAMARINDA – Program GratisPol yang memberikan subsidi biaya administrasi perumahan hingga Rp 10 juta, mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kaltim, Aji M Fitra Firnanda, menyebut program ini sebagai bukti nyata keberpihakan pemerintah pada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam jumpa pers yang digelar di Samarinda, Jumat (29/8/25).
Menurut Aji, program GratisPol dirancang untuk meringankan beban masyarakat dalam mewujudkan rumah impian mereka.
“Adanya bantuan biaya administrasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat Kaltim yang bisa segera memiliki hunian layak dan nyaman tanpa terbebani biaya tambahan di awal,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menyediakan program, tetapi juga memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Subsidi biaya administrasi yang ditanggung oleh Pemprov Kaltim meliputi sejumlah pos yang biasanya memberatkan, seperti biaya pengurusan notaris, balik nama sertifikat, hingga biaya akad kredit. Biaya-biaya ini seringkali menjadi hambatan utama bagi calon pembeli rumah, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Dengan program ini, hambatan tersebut diharapkan dapat diatasi secara signifikan.
Aji juga menekankan bahwa program ini terbuka untuk seluruh warga Kaltim yang memenuhi syarat. Ia ingin memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat seragam dan tidak menimbulkan kebingungan.
“Ini bukan hanya untuk kelompok tertentu, tapi untuk seluruh masyarakat Kaltim,” tegas Aji,
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan para pengembang perumahan. Pendaftaran dilakukan melalui pengembang, yang selanjutnya akan mengajukan permohonan subsidi ke pemerintah. Mekanisme ini dipilih untuk memastikan proses yang efisien dan transparan, sehingga dana subsidi dapat disalurkan dengan tepat sasaran.
Untuk mendukung transparansi, program ini juga didukung oleh Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang), sebuah platform terintegrasi yang menyajikan data rumah subsidi secara real-time. Masyarakat dapat menggunakan sistem ini untuk mencari informasi dan memastikan ketersediaan unit rumah yang mereka inginkan.
Keberhasilan program GratisPol ini akan menjadi tolok ukur bagi pemerintah dalam meluncurkan inisiatif serupa di masa depan. Dengan memberikan subsidi yang substansial, Pemprov Kaltim menunjukkan bahwa pembangunan di Kaltim tidak hanya fokus pada infrastruktur besar, tetapi juga pada kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. pungkasnya.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar