DPRD Kaltim Kritisi Janji Pertamina Selesaikan Masalah BBM

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Mei 2025 15:44 0 107 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – Terhitung sejak satu bulan yang lalu, Pertamina berjanji untuk membuka layanan perbaikan kendaraan terdampak BBM bermasalah, belum ada kejelasan lanjutan. Hingga saat ini DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) juga belum menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap pihak Pertamina.

Sapto Setyo Pramono, selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, mengatakan layanan yang dijanjikan saat audiensi 9 April lalu disebut akan dibuka di seluruh kabupaten dan kota. Namun, belum jelas bagaimana bentuk layanan tersebut.

“Informasinya sudah dibuka di Bontang, Balikpapan, dan Samarinda. Tapi sejauh mana pelaksanaannya? Syarat dan ketentuannya bagaimana? Ini yang harus diperjelas,” ujarnya, Senin (5/5).

Sapto menyoroti potensi penyalahgunaan oleh masyarakat yang tidak benar-benar mengalami kerusakan akibat BBM. Ia mencontohkan, saat Pemkot Samarinda merespons keluhan, justru muncul laporan masyarakat yang diduga memanfaatkan situasi untuk klaim ganti rugi.

“Makanya harus hati-hati. Harus jelas, misalnya beli di SPBU mana, tanggal dan jam berapa, lalu kendaraan rusak setelah beberapa kilometer. Ada bukti, ada catatan,” tegasnya.

Meski demikian, Komisi II belum menjadwalkan pemanggilan ulang Pertamina. Sapto menyebut banyak agenda dan surat masuk lain yang sedang ditangani, mulai dari persoalan kebun sawit, hingga masalah ekonomi lainnya.

“Kita atur dulu. Tapi kami tetap akan evaluasi yang sudah berjalan,” ucapnya.

Menurut Sapto, fenomena BBM yang diduga bermasalah ini harus jadi pembelajaran bersama. Ia menilai Pertamina perlu berbenah secara menyeluruh.

“Pertamina ini milik bangsa, jangan sampai rusak karena kelalaian sistem atau oknum. Profesionalitas itu penting. Dan paling penting, bersihkan dari tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Meski gejala kerusakan kendaraan mulai mereda dan tidak ada laporan baru, DPRD Kaltim tetap mengingatkan masyarakat untuk kritis dan tidak lengah.

“Kasus ini bukan hal kecil. Bisa berdampak luas kalau tidak ditangani serius,” kunci Sapto. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA