DPRD Kaltim Sebut Upaya Penanganan Banjir di Samarinda Tidak Dalam Jangka Panjang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Mei 2025 23:29 0 86 Redaksi

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis tanggapi penanganan banjir di Kota Samarinda. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, tidak terlihat upaya nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menangani banjir.

Ia menyampaikan keprihatinan atas hal ini. Diketahui banjir yang terjadi pada Senin, (12/5/25) lalu mengakibatkan banyak nya kerugian, dari banjir yang mengepung rumah warga, hingga longsor yang merugikan secara materi dan menghilangkan nyawa.

Ananda mengatakan bahwa permasalahan banjir di Kota Samarinda merupakan masalah yang sudah bertahun-tahun. Ananda menegaskan bahwa koordinasi baik di tingkat kota maupun provinsi, masih belum optimal.

Hal itu berimbas pada tidak terwujudnya solusi jangka panjang dalam menangani banjir yang semakin sering terjadi saat musim hujan.

“Masalahnya bukan sekadar air tergenang, tapi tidak adanya langkah terintegrasi yang menyentuh akar permasalahan. Pendekatannya masih bersifat responsif, bukan preventif,” ujar Ananda.

Ia menyoroti kondisi drainase yang tersumbat, jalan lingkungan yang rusak, serta minimnya pemeliharaan infrastruktur sebagai bukti lemahnya pengelolaan tata kota. Aspirasi warga terkait banjir, lanjut Ananda, mestinya dijadikan pijakan utama dalam menyusun program prioritas pembangunan.

Diperlukan sinergitas kuat antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim, khususnya dalam merancang anggaran dan menentukan titik-titik rawan banjir yang harus ditangani terlebih dahulu.

“Kalau tidak ada peta perencanaan yang jelas, maka pembangunan hanya akan jadi tambal sulam. Provinsi perlu menyalurkan bantuan anggaran secara tepat sasaran, berdasarkan prioritas wilayah terdampak,” tegasnya.

Ananda juga mendorong penerapan blueprint atau rancangan induk pengendalian banjir yang bisa menjadi pedoman dalam setiap kebijakan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, proyek tanpa dasar perencanaan hanya akan menghabiskan anggaran tanpa hasil maksimal. (Rad/ADV/ DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA