Kutai Timur – Seni tradisional di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didorong agar tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya leluhur semata, melainkan dikembangkan secara optimal menjadi bagian penting dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan bahwa berbagai kesenian daerah seperti Tarsul serta teater memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan dengan kemasan yang jauh lebih menarik tanpa sedikit pun meninggalkan karakter dan jati diri budaya daerah.
Menurutnya, sejumlah daerah di tanah air telah berhasil menggabungkan potensi seni tradisional dengan keindahan alam, budaya, hingga unsur religi untuk menciptakan daya tarik wisata yang unik. Pola dan langkah serupa dinilai sangat potensial untuk diterapkan di Kutim dengan tetap menyesuaikan pada kekuatan serta karakteristik budaya lokal yang dimiliki.
“Kita harapkan ke depannya seni tradisional bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dengan demikian, seni tradisional bisa naik kelas lebih modern,” ujar Mahyunadi.
Pengembangan tersebut, kata dia, tentu tetap harus memperhatikan identitas budaya secara saksama. Berbagai inovasi dalam bentuk pementasan pertunjukan sangat diperlukan agar kesenian tradisional menjadi lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama oleh generasi muda dan para wisatawan luar.
Mahyunadi juga menilai bahwa tata kelola dan pengelolaan yang profesional merupakan bagian krusial yang tidak boleh diabaikan. Kesenian tradisional tidak cukup hanya dipentaskan secara seremonial atau sekadar dilestarikan saja, tetapi perlu dikelola secara berkesinambungan agar terus berkembang serta memberikan nilai tambah ekonomi.
“Budaya harus tetap memiliki akar, tetapi pengemasannya juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Keseimbangan antara menjaga keaslian dan menciptakan bentuk pertunjukan baru menjadi kunci agar kesenian tradisional mampu tampil dan dikenal di luar daerah,” katanya.
Penguatan kelembagaan di bidang seni juga dinilai mampu mempertemukan upaya pelestarian budaya dengan berbagai kebutuhan kreatif dari generasi saat ini. Dengan pengelolaan yang baik, seni tradisional dapat menjadi ruang regenerasi positif serta memperkuat identitas daerah secara berkelanjutan di masa depan.
“Pelestarian budaya dan seni tradisional tidak sekadar mempertahankan peninggalan masa lalu, namun juga terus tumbuh dan menjadi daya tarik guna memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas,” tutupnya.ADV
![]()

Tidak ada komentar