Tak Ada yang Dianggap Paling Signifikan, Ardiansyah: Semua Prioritas

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Sep 2026 14:56 0 10 Redaksi

Kutai Timur – Pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2026 berlangsung dinamis dan memakan waktu cukup panjang. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut perubahan anggaran tersebut mencakup sejumlah sektor yang dinilai penting bagi kebutuhan daerah.

Ardiansyah mengatakan pembahasan dilakukan secara bertahap mulai dari Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hingga pembahasan angka dan nilai anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutim.

“Dinamis sekali, artinya proses pembahasan sangat dinamis. Dimulai dari bagaimana KUA-PPAS, kemudian persoalan-persoalan terkait dengan angka, nilai dan sebagainya itu menjadi perhatian bagi semua, baik TAPD maupun Banggar DPRD,” kata Ardiansyah usai rapat paripurna persetujuan bersama P-APBD Kutim 2026, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, dinamika pembahasan tersebut membuat proses penyusunan perubahan anggaran membutuhkan waktu cukup panjang. Pemerintah daerah dan DPRD juga memastikan setiap tahapan tetap berjalan sesuai ketentuan setelah sebelumnya dikonsultasikan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Meski proses pembahasan cukup panjang, seluruh tahapan akhirnya dapat diselesaikan melalui rapat paripurna DPRD Kutim.

“Alhamdulillah malam hari ini kita telah menyelesaikan tahapan yang terakhir terkait dengan perubahan anggaran, dengan disepakatinya rancangan Perda Perubahan,” ujarnya.

Ardiansyah menyebut tidak ada satu sektor yang dianggap paling signifikan dalam perubahan anggaran tersebut. Menurutnya, seluruh sektor yang menjadi prioritas memiliki kepentingan masing-masing.

“Yang signifikan semua signifikan, karena yang kita sampaikan di dalam perubahan ini adalah bagaimana kita mencoba menyiapkan enam pokok hal yang menjadi prioritas di dalam perubahan ini,” katanya.

Enam fokus tersebut mencakup infrastruktur dan konektivitas, penguatan ekonomi, ketahanan pangan serta sejumlah kebutuhan pembangunan lainnya. Penguatan sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari penyesuaian program dalam perubahan APBD 2026.

Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Banggar, yang terlibat dalam pembahasan hingga tahapan persetujuan bersama dapat diselesaikan.

“Kita berharap hasil pembahasan P-APBD dapat segera ditindaklanjuti sesuai tahapan yang berlaku sehingga program yang telah disusun dapat dilaksanakan pemerintah daerah,” pungkasnya. ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA