Sekolah Lansia Kutim Diikuti 200 Peserta, Edukasi Sehat Perlu Menjangkau Lansia Lebih Luas

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 16:11 0 54 Redaksi

Kutai Timur – Sekolah Lansia di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan di empat lokasi dengan peserta sekitar 200 orang, tetapi cakupan tersebut masih menjadi tantangan di tengah kebutuhan edukasi kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur Yuriansyah mengatakan program tersebut tetap berjalan sejak diluncurkan Bupati Kutai Timur dan sejauh ini pelaksanaannya dinilai baik.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia tidak diarahkan seperti pendidikan formal pada umumnya, melainkan menjadi ruang pembelajaran mengenai pola hidup sehat yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.

“Sekolah Lansia sudah berjalan sejak diluncurkan oleh Pak Bupati dan sampai sekarang alhamdulillah berjalan dengan baik,” kata Yuriansyah di Kantor DPPKB Kabupaten Kutai Timur, Senin (12/10/2026).

Ia menyebut jumlah peserta yang mengikuti kegiatan di empat lokasi tersebut mencapai kurang lebih 200 orang, dengan antusiasme lansia yang dinilai sangat tinggi selama mengikuti rangkaian edukasi.

Namun, jumlah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih berada pada cakupan terbatas karena kegiatan baru berlangsung di empat tempat, sementara Yuriansyah tidak menyebutkan target perluasan maupun jumlah lansia yang menjadi sasaran keseluruhan.

“Sekolah Lansia tersebut berada di empat tempat dengan jumlah peserta kurang lebih 200 orang,” ujarnya.

Materi yang diberikan berfokus pada pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan dan menjalani kehidupan yang lebih sehat bersama keluarga, sehingga lansia tidak hanya menerima informasi kesehatan tetapi juga diarahkan menerapkannya dalam keseharian.

Narasumber diberikan secara bergiliran dengan melibatkan tenaga medis, termasuk dari Rumah Sakit Kudungga dan dokter-dokter yang berada di Kabupaten Kutai Timur, sehingga materi disampaikan sesuai bidang yang dibutuhkan peserta.

“Antusiasme para lansia mengikuti kegiatan luar biasa karena Sekolah Lansia bukan seperti sekolah biasa, tetapi memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat,” tuturnya.

DPPKB menyatakan program tersebut akan terus berjalan dengan pendekatan edukasi yang menempatkan kesehatan lansia sebagai perhatian utama, meski penguatan cakupan dan keberlanjutan kegiatan tetap menjadi pekerjaan yang perlu dijaga. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA